Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

13 Maret, 2011

ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH DENGAN AHP (studi kasus Jembatan Selat Sunda)

Sebelumnya ini adalah tugas akhir dari mata kuliah aspek hukum dalam pembangunan (bikin tidur terganggu. Smile with tongue out ) dan ini adalah salah satu bab yang terlampirkan dalam tugas tersebut. Karena empungnya masih dalam tahap belajar jadi dalam pengisian bobot ini hanya subjektifitas penulis. Harap maklum Nerd smile.

URAIAN UMUM

Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang sering digunakan untuk menilai tindakan yang dikaitkan dengan perbandingan bobot kepentingan antara faktor serta perbandingan beberapa alternatif pilihan. Tujuan dari AHP ini adalah menyelesaikan masalah yang kompleks atau tidak berkerangka dimana data dan informasi statistik dari masalah yang dihadapi sangat sedikit, mengatasi antara nasionalitas dan intuisi, memilih yang terbaik dari sejumlah alternatif yang telah dievaluasi dengan memperhatikan beberapa kriteria.

Dalam analisis ini, penggunaan metode AHP adalah untuk menunjukkan skala prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda berdasarkan aspek – aspek yang dianggap reliable untuk pembangunan yang berkelanjutan. Penggambaran hierarki skala prioritas tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini :

clip_image002

Gambar 4.1

Hierarki Skala Prioritas Pembangunan JSS

Diagram hierarki di atas, dibagi menjadi 3 bagian yaitu; tujuan (goal), kriteria, alternatif. Tingkatan kriteria terdiri aspek-aspek yang menjadi standar dalam skala prioritas Pembangunan JSS yang terdiri dari; lingkungan, ekonomi, hukum, kependudukan/sosial, dan juga teknologi yang akan digunakan. Sedangkan untuk tingkatan alternatif ,maka variabel- variabel yang digunakan adalah permasalahan yang terjadi dalam Pembangunan JSS meliputi; modal, penataan tata ruang, pengawasan dan penegakkan hukum, dan pemerataan penduduk. Diharapkan dengan metode AHP didapatkan prioritas permasalahan yang harus diselesaikan berdasarkan tingkat kepentinganya sehingga, dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan.

4.2 PEMBOBOTAN KRITERIA DENGAN KRITERIA

Langkah terpenting dalam AHP adalah menentukan pembobotan untuk kriteria terhadap kriteria, sehingga diperoleh kriteria permasalahan mana yang paling berpengaruh dalam Pembangunan JSS serta seberapa besar pengaruhnya. Pembobotan kepentingan pada studi kasus ini dapat dilihat dalam tabel 4.1.

Tabel 4.1

Matriks Pairwise Comparison Mengenai Pembobotan Kriteria

Skala Prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Lingkungan

Ekonomi

Hukum

Kependudukan

Teknologi

Lingkungan

1

1/4

1/4

1/2

1/3

Ekonomi

4

1

3

4

2

Hukum

4

1/3

1

4

5

Kependudukan

2

1/4

1/4

1

1/2

Teknologi

3

1/2

1/5

2

1

4.3 PEMBOBOTAN ALTERNATIF TERHADAP TIAP KRITERIA

Pembobotan alternatif relatif sama dengan pembobotan kriteria. Perbedaannya terletak pada jenis dan jumlah variabelnya. Dalam pembobotan alternatif perlu dipertimbangkan nilai perbandingan komparatif dengan meninjau setiap kriteria yang ada. Pembobotan kepentingan pada studi kasus ini dapat dilihat dalam tabel 4.2, tabel 4.3, tabel 4.4, tabel 4.5 dan tabel 4.6.

Tabel 4.2

Matriks Pairwise Comparison Mengenai Pembobotan Alternatif untuk Pertimbangan Masalah Lingkungan

Skala Prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Modal (Dana)

Penataan Tata Ruang

Pengawasan Hukum

Pemerataan Penduduk

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

Modal (Dana)

1

1/3

2

1/2

1/2

Penataan Tata Ruang

3

1

1/3

2

1

Pengawasan Hukum

1/2

3

1

3

1/2

Pemerataan Penduduk

4

1/2

1/3

1

1/3

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

2

1

2

3

1

Tabel 4.3

Matriks Pairwise Comparison Mengenai Pembobotan Alternatif untuk Pertimbangan Masalah Ekonomi

Skala Prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Modal (Dana)

Penataan Tata Ruang

Pengawasan Hukum

Pemerataan Penduduk

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

Modal (Dana)

1

5

4

3

2

Penataan Tata Ruang

1/5

1

1/2

2

1/2

Pengawasan Hukum

1/4

2

1

3

1/3

Pemerataan Penduduk

1/3

1/2

1/3

1

1/2

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

1/2

2

3

2

1

Tabel 4.4

Matriks Pairwise Comparison Mengenai Pembobotan Alternatif untuk Pertimbangan Masalah Hukum

Skala Prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Modal (Dana)

Penataan Tata Ruang

Pengawasan Hukum

Pemerataan Penduduk

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

Modal (Dana)

1

1/3

1/4

1/2

1

Penataan Tata Ruang

3

1

1/3

2

2

Pengawasan Hukum

4

3

1

3

3

Pemerataan Penduduk

2

1/2

1/3

1

2

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

1

1/2

1/3

1/2

1

Tabel 4.5

Matriks Pairwise Comparison Mengenai Pembobotan Alternatif untuk Pertimbangan Masalah Kependudukan

Skala Prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Modal (Dana)

Penataan Tata Ruang

Pengawasan Hukum

Pemerataan Penduduk

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan

Modal

1

1/3

1/3

1/4

1

Penataan Tata Ruang

3

1

3

1/2

2

Pengawasan Hukum

3

1/3

1

1/3

2

Pemerataan Penduduk

4

2

3

1

3

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan

1

1/2

1/2

1/3

1

Tabel 4.6

Matriks Pairwise Comparison Mengenai Pembobotan Alternatif untuk Pertimbangan Masalah Teknologi

Skala Prioritas Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Modal (Dana)

Penataan Tata Ruang

Pengawasan Hukum

Pemerataan Penduduk

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan

Modal

1

3

2

2

1/3

Penataan Tata Ruang

1/3

1

1

2

1/4

Pengawasan Hukum

1/2

1

1

2

1/4

Pemerataan Penduduk

1/2

1/2

1/2

1

1/4

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan

3

4

4

4

1

4.4 ANALISIS DENGAN PROGRAM EXPERT CHOICE (EC)

Langkah selanjutnya adalah melakukan Comparatif Judgement. Comparatif Judgement berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat yang di atasnya. Hasil dari penilaian ini akan ditempatkan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks pairwise comparison. Dalam melakukan penilaian terhadap elemen-elemen yang diperbandingkan terdapat tahapan-tahapan, yakni:

a. Elemen mana yang lebih (penting/disukai/berpengaruh/lainnya)

b. Berapa kali sering (penting/disukai/berpengaruh/lainnya)

Agar diperoleh skala yang bermanfaat ketika membandingkan dua elemen, perlu dipahami tujuan yang diambil secara umum. Dalam penyusunan skala kepentingan, Saat menggunakan patokan pada tabel 4.7.

Dalam metode AHP hal yang paling mendasar adalah menentukan prioritas dan bagaimana bagaimana menetapkan konsistensi. Penentuan prioritas

didasarkan pada perbandingan nilai kepentingan antar variabel. Untuk model AHP, matriks perbandingan dapat diterima jika Nilai Rasio konsistensi ≤ 0,1. Nilai CR ≤ 0,1 merupakan nilai yang tingkat konsistensinya baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi nilai CR yang didapat harus dicek, bila nilai CR > 0,1 maka pembobotan harus diulang kembali. Dengan demikian nilai CR merupakan ukuran bagi konsistensi suatu komparasi berpasangan dalam perbandingan pendapat. Dari analisis dengan menggunakan aplikasi Expert Choice didapatkan nilai CR yaitu sebagai berikut:

1) Pembobotan Kriteria:

Hasil Expert Choice = 0,03 < 0,1 (Syarat Terpenuhi)

clip_image004

Gambar 4.2 Check nilai CR dengan software Expert Choice

2) Pembobotan Alternatif:

Tabel 4.7

Rasio Konsistensi Pembobotan Alternatif

Permasalahan

Hasil Expert Choice

Syarat
CR < 0,1

Alternatif Berdasarkan
Masalah Lingkungan

0.09

Terpenuhi

Alternatif Berdasarkan
Masalah Ekonomi

0.06

Terpenuhi

Alternatif Berdasarkan
Masalah Hukum

0.03

Terpenuhi

Alternatif Berdasarkan
Masalah Kependudukan

0.04

Terpenuhi

Alternatif Berdasarkan
Masalah Teknologi

0.03

Terpenuhi

Tabel 4.8

Hasil Analisis Solusi Permasalahan Pembangunan JSS Setiap Kriteria

Solusi Permasalahan

Modal (Dana)

Penataan Tata Ruang

Pengawasan Hukum

Pemerataan Penduduk

Studi Kelayakan Keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan

Lingkungan

0.107

0.296

0.085

0.212

0.300

Ekonomi

0.429

0.106

0.136

0.090

0.239

Hukum

0.088

0.223

0.433

0.154

0.102

Kependudukan

0.081

0.267

0.159

0.391

0.101

Teknologi

0.218

0.114

0.121

0.083

0.464

Selain diperoleh rekomendasi solusi yang paling utama (kebijakan kritis), melalui program Expert Choice juga didapat grafik sensitivitas dari alternatif. Dimana grafik tersebut menunjukkan hubungan antara presentase kepentingan prioritas dengan masing - masing kriteria. Jadi dari grafik tersebut dapat ditentukan mana yang paling cocok bedasarkan kriteria permasalahan tertentu. Dari Gambar 4.2. dapat ditentukan bahwa rekomendasi solusi untuk tiap kriteria permasalahan adalah:

1. Masalah lingkungan yang akan terjadi karena pembangunan JSS ini adalah dengan memalukan penataan ruang secara terpadu.

2. Untuk masalah ekonomi yang dengan adanya pembangunan JSS ini, yaitu butuhnya dana yang sangat besar dan juga sumber daya manusia yang besar adalah dengan mendapatkan dana untuk investasi pembangunan JSS.

3. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas, adil dan bersih yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku untuk mengatasi masalah hukum yang akan terjadi pada proyek pembangunan JSS ini.

4. Melakukan pemerataan penduduk yang tersistem dengan baik untuk mengatasi masalah kependudukan yang akan terjadi pada proyek JSS ini.

5. Melakukan studi kelayakan keamanan, keselematan dan kenyamanan secara mendalam untuk mengatasi masalah teknologi yang akan digunakan pada jembatan selat sunda.

Dan untuk secara keseluruhan skala prioritas yang harus menjadi kebijakan utama untuk pembangunan JSS adalah pengadaan modal (dana), hal ini dapat terlihat dari perhitungan menggunakan Expert Choice di bawah ini.

clip_image006

Gambar 4.3

Hasil Analisis Solusi Permasalahan Pembangunan JSS

Intensitas kepentingan dalam analisis makalah ini dilakukan dengan menggunakan program Expert Choice.

clip_image008

Gambar 4.4

Grafik Performa Sensitifitas Tiap Alternatif Menggunakan Expert Choice

clip_image010

Gambar 4.5

Nilai Persentase Kriteria dan Alternatif Menggunakan Expert Choice

27 Februari, 2011

Kehidupan Mahasiswa itu…

 

  • Bangun pagi

  • Berangkat ke kampus

  • Masuk kelas yang membosankan dan masih mengantuk

  • Berusaha tidak terlihat ngantuk

  • Dosen ngajar dan pura-pura ngedengerin

  • Dosen garing tersebut mengeluarkan lelucon yang tidak lucu

  • Akhirnya kelas yang membosankan ini selesai

  • Masuk kelas yang menyenangkan

  • Dosen memberikan pertanyaan susah

  • Jawaban benar 

  • Dosen memberikan pertanyaan gampang dan nunjuk mahasiswa lain

  • Mahasiswa ini nggak bisa ngerjain soal yang gampang banget

  • Nggak ada tugas

  • Ujian Tengah Semester kuliah yang dirasa gampang

  • Merasa bisa dan nggak belajar

  • Ujian Tengah Semester dua kuliah 4 sks yang materinya susah amit-amit

  • Nggak ada satu soal pun yang keluar dari materi yang dipelajari

  • Ujian Akhir Semester kuliah yang dirasa gampang tetap nggak belajar

  • Ujian Akhir Semester kuliah 4 sks yang materinya susah amit-amit satu hari dengan kuliah 4 sks yang materinya susah juga

  • Terpaksa mengorbankan salah satu mata kuliah

  • Nilai kuliah yang dirasa gampang keluar, NGULANG

  • Ke dosen minta naikin nilai

  • Akhirnya nilai dinaikkan dan nggak jadi ngulang

  • Nilai mata kuliah 4 sks yang dipelajari keluar, NGULANG

  • Nilai mata kuliah 4 sks yang dikorbankan keluar, LOLOS

  • Libur telah tiba dan nggak peduli lagi dengan nilai

sumber : http://fuckyeahmahasiswa.tumblr.com

20 Juli, 2010

Desain balok beton prategang

Setelah mendapatkan mata kuliah beton prategang kami diberi "hadiah" oleh Pa Soetoyo (dosen beton prategang ) untuk mendesain penampang dan letak tendon dari balok beton pratengang sederhana. Daripada tugasnya dianggurin mending di share disini

28 Januari, 2010

Dinamika Struktur (Menghitung Kekakuan Lateral)

image

Pada mata kuliah Dinamika Struktur kali ini kami akan membahas tentang memahami prilaku struktur jika diberikan beban yang dinamik atau berubah-ubah. 

Contoh dari beban yang dinamis adalah dibawah ini: 

a.Getaran yang di-akibatkan oleh generator.
b. Getaran dijembatan yang diakibatkan oleh gerakan kendaraan.
c. Getaran yang di-akibatkan oleh suara yang keras, seperti mesin jet pesawat terbang.
d. Beban Angin.
Angin dengan kecepatan tinggi dan menerpa suatu struktur bangunan dapat di-
ekivalenkan sebagai suatu gaya yang bekerja sekaligus menggetarkan struktur
bangunan.
e. Beban Gelombang Air Laut.
Gelombang air laut menimpa bangunan pantai seperti pemecah gelombang ( break-water ), dermaga dll. juga merupakan beban dinamik yang di-ekivalenkan suatu gaya
yang bekerja pada bangunan-bangunan tersebut.
Energi gelombang ini dapat disebabkan adanya tiupan angin yang kencang, maupun
gempa bumi yang terjadi didasar laut dapat menimbulkan gelombang tsunami.
f. Gempa bumi.
g. Ledakan bahan peledak atau bom.
h. Dan lain-lain.

Bapak Soetoyo juga membagi jenis-jenis beban dinamis antara lain

1. Getaran Bebas : contoh bandul yang diberikan gaya horisontal

2. Getaran Priodik : Generator (harmonis) dan Baling-baling kapal (Non Harmonis)

3. Getaran Non Priodik : Bom dalam bangunan (Impuls) dan Tong air yang terkena gempa (long duration loading)

Nah untuk dapat memahami prilaku yang diakibatkan oleh getaran-getaran tersebut kami dibimbing untuk memahami kekakuan lateral sebuah struktur terlebih dahulu ini adalah contoh soal yang diberikan oleh Bapak Soetoyo

image

image

Emang harus selalu inget mekteknya nih karena akan selalu dalam perhitungan-perhitungan di dinamika struktur ini. Terima kasih Bu Essy atas segala bimbinganya di mektek kemarin. (walaupun harus terseok-seok untuk dapat mengikuti mata kuliah mekteksmile_tongue)

dan minggu selanjutkan kami akan memperlajari dari sifat pembebanan terhadap waktu atau P(t).

semoga bermanfaat

www.amiboyz.co.cc

source : Diktat Bapak Soetoyo

25 Januari, 2010

Teknik Penulisan Dan Presentasi (II)

Pada pertemuan ke-2 ini kami melanjuti perkuliahan yang kemarin, liat dulu ya disini. ya setelah lihat kami menlajutkan dengan membedakan antara ilmiah populer (fakta informasi) dengan karya ilmiah (fakta ilmiah). Perbedaan yang mencolok dari 2 hal diatas adalah jika ilmiah populer adalah seperti paper, jurnal, skiripsi, tesis, disertasi dan lain-lain. jika ilmiah populer adalah seperti artikel koran, esai.

Persamaan dari kedua tulisan itu adalah mengangkat fakta umum, bersumber pada gagasan, penelitian, atau pengalaman.

sedangkan perbedaannya terdapat pada

No Ilmiah Ilmiah Populer
1

Tidak ada subjektifitas

Bisa bersifat subjektif
2 Memerlukan daftar pustaka tidak memerlukan daftar pustaka
3 Tidak bertujuan menghibur Bertujuan untuk menghibur
4 Menggunakan istilah teknis

Bahasa umum

Karya ilmiah merupakan perwujudan kegiatan ilmiah yang dikomunikasikan lewat bahasa tulisan.

Nah dibawah ini adalah konsep dasar penulisan ilmiah

Hal yang harus ada dalam penulisan

  • Pemasalahan dan pemecahan
  • Alur pemikiran dalam metode penelitian
  • Metode penelitian
  • Laporan dibagi 2 ada yang di dokumentasi dan sebagai publikasi

Ciri khusus karangan ilmiah

  • Jujur dan akurat
  • Objektif
  • Penyajian secara sistematis
  • Konseptual dan prosedural

Sikap Ilmiah

  • Sikap ingin tahu (jika rasa ingin tahu tinggi maka akan mudah untuk menulis)
  • Sikap kritis (mencari informasi sebanyak-banyaknya)
  • Sikap terbuka (selalu bersedia mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain)
  • Sikap objektif ( menanyakan apa adanya tanpa dibarengi perasaan pribadi)
  • Rela menghargai karya orang lain
  • Sikap berani mempertahankan kebenaran
  • Sikap menjangkau ke depan

20 Januari, 2010

Kuliah Teknik Penulisan dan Presentasi (I)

Ternyata ada juga mata kuliah yang membahas tentang teknik penulisan dan presentasi (norak). Mata kuliah ini diawali dengan menggenal berbagai macam penulisan-penulisan. Yaitu dengan mengklasifikasikan jenis-jenis dari penulisan. Kalo menurut saya ini sangat penting dipelajari oleh blogger-blogger sekarang, jadi kemarin kaya belajar ngeblog di jam kuliah asiknya. hehe

Langsung aja nih pembahasan tentang kuliah kemaren:

image

oke dimulai dengan karangan

  • Karangan adalah sebuah alat komunikasi melalui tulisan, dan karangan dibagi menjadi 2 yaitu Imaginatif dan fakta
    • Imaginatif: Imaginatif adalah sebuah karangan yang menceritakan sebuah informasi yang tidak berdasarkan fakta yang ada. Contohnya adalah novel imaginatif atau cerpen. Tulisan imaginatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
      • *Perwujudan dunia subjektif penulis
      • *Bersumber pada imajinasi atau pengalaman penulis
      • *Bertujuan untuk membangkitkan perasaan pembaca
      • *Untuk menghibur pembacaBerbentuk karya kreatif/fiksi
    • Fakta adalah karangan yang menceritakan informasi yang berdasarkan kenyataan yang ada. Dan Fakta ini dibagi menjadi 2 yaitu Ilmiah atau hanya Informasi :
      • Tulisan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya  dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar dan baik. Contohnya adalah Proposal, Skripsi, atau Thesis
      • Tulisan Informasi (Ilmiah Populer) adalah karangan yang ditulis fakta dengan yang tidak memerlukan metodologi khusus seperti tulisan ilmiah. Contoh (Artikel,Esai,Koran) 

26 November, 2009

Tegangan-tegangan pada Suatu Massa Tanah

 

tegangan Pada tanah yang harus mendukung pondasi dengan berbagai bentuk umumnya terjadi kenaikan tegangan. Kenaikan tegangan pada tanah tersebut tergantung pada beban per – satuan luas dimana pondasi berada , kedalaman tanah di bawah pondasi di mana tegangan tersebut di tinjau, dan faktor-faktor lainnya.

pada kesempatan kali ini membahas prinsip-prinsip perhitungan besarnya kenaikan tegangan vertikal pada tanah yang diakibatkan oleh bermacam-macam pembebanan berdasarkan pada teori elastis.

Pada gambar terlihat sebuah contoh 3 dimensi dari suatu elemen tanah yang menerima tegangan normal dan tegangan geser. Untuk menentukan besarnya tegangan normal dan tegangan geser pada suatu bidang EF yang membentuk sudut terhadap bidang AB, kita perlu meninjau diagram benda-bebas (free-body) EFB sebagaimana terlihat pada gambar 6.1.b. misalkan adalah tegangan normal dan adalah tegangan geser pada bidang EF.

 

tegteg2

•Dari analisis geometri didapat

1

•Dan

2

Dengan menjumlahkan komponen gaya-gaya yang bekerja pada elemen tersebut dalam arah N dan T, didapatkan :

3

lebih lengkap anda bisa download di link ini

Script Metode Gauss Pada Matlab

Setelah memasuki trimester 4 akhirnya bertemunya juga pada materi Metode Numerik di Matematika, walaupun pada trimester-trimester sebelumnya sudah sedikit merasakan “hawa-hawa” metode numerik dengan mempresentasikan berbagai metode penyelesaian persamaan linier dengan matriks, seperti metode Gauss, Gauss Jordan, Cremer, Dekomposisi LU, dan Iterasi. nah pada kali ini kami di tugaskan dengan “memerintahkan” matlab untuk menghitung itu semua. ini adalah contohnya walapun sebenarnya anda dapat merubah-rubah sedikit sesuai dengan “kreasi” anda:

function [U,B,x]=ElimGauss(A,b,jejak) 
U=A;
B=b;
n=length(B);
for k=1:(n-1)
for i=(k+1):n
if U(k,k)~=0 % menghindari apabila elemen diagonal=0
pengali=U(i,k)/U(k,k);
U(i,k)=0;
end
for j=(k+1):n
U(i,j)=U(i,j)-pengali*U(k,j);
end;
B(i)=B(i)-pengali*B(k);
if jejak==1
U
pause
end;
end;
end;
% mencari elemen-elemen dari X
y(n)=B(n)/U(n,n);
for i=(n-1):(-1):1
s=B(i);
for j=(i+1):n
s=s-U(i,j)*y(j);
end;
if U(i,i)~=0
y(i)=s/U(i,i);
end
end;
x=y';



simpan script diatas dalam bentuk *.m pada salah satu folder anda. Penyelesaian contoh soal pada kode di atas adalah sebagai berikut:






>>A=[1 1 1;1 -2 2;1 2 -1] <enter>

A =

1 1 1

1 -2 2

1 2 -1


>>b=[0;4;2] <enter>


b =


0

4

2


>> [U,B,x]=ElimGauss(A,b,1) <enter>





pada fungsi ElimGauss.m, baris yang pertama, gunakan nilai jejak=1 untuk mengetahui langkah

demi langkah proses eliminasi, tetapi jika hanya hasil akhir saja yang dikehendaki maka digunakan nilai jejak=0. 



 www.amiboyz.co.cc

25 November, 2009

Analisa sebuah kontrak konstruksi

 

pada tulisan kali ini saya ingin mencoba menshare hasil analisis kami (Agung, Debby, Bety dan Resty) pada Contoh kontrak kerja antara pemborong dengan owner yang di tugaskan oleh pa heri langsung saja :

clip_image002

Tugas Manajemen Konstruksi

Contoh kontrak kerja antara pemborong dengan owner

Agung Sugiatno (10308061)
Bety Prastiwi (10308066)
Debby Rahmawati (10308067)
Miftah Hazmi (10308073)
Resti Oktaviani (10308077)

clip_image004

Analisis Kontrak :

1. Syarat sah kontrak.

Berdasarkan Keppres No. 80 Tahun 2003, kontrak di atas sudah memenuhi syarat sahnya. Karena sudah terdapat :

- Kesepakatan dari Pihak Pertama (Penyedia Jasa) dan Pihak kedua (Pengguna Jasa) untuk mengingatkan diri.

- Pada kontrak diatas terdapat suatu hal tertentu causa yang halal karena memiliki perjanjian yang real.

2. Tata Urutan pembuatan Kontrak

Berdasarkan Keppres No. 80 Tahun 2003, kontrak diatas sudah memenuhi tata urutan pembuatan kontrak yang meliputi :

- Awal Kontrak

Pada surat perjanjian diatas meliputi judul, tempat dan waktu kontrak ini ditandatangani seperti lampiran dibawah ini :

KONTRAK

PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL

antara

CV. Maju Jaya

dengan

…………………………………………………

___________________________________________________________

Nomor : …………………….

Tanggal : …………………….

Pada hari ini Rabu , tanggal 11 Maret 2009

- Komparisi

Pada surat perjanjian diatas terdapat penjelasan mengenai indentitas dari Pihak pertama (Penyedia Jasa) dan Pihak kedua (Pengguna Jasa) serta kewenangan dari para pihak seperti lampiran dibawah ini :

Pada hari ini Rabu , tanggal 11 Maret 2009 kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : ………………………………………………………………………………

Alamat : ………………………………………………………………………………

Telepon : ………………………………………………………………………………

Jabatan : ………………………………………………………………………………

Dalam hal ini bertindak atas nama CV. Maju Jaya dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

dan

Nama : ………………………………………………………………………………

Alamat : ………………………………………………………………………………

Telepon : ………………………………………………………………………………

Jabatan : ………………………………………………………………………………

Dalam hal ini bertindak atas nama Pemilik atau Kuasa Pemilik dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan ikatan Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Rumah Tinggal yang dimiliki oleh Pihak Kedua yang terletak di ……………………………………………………

- Premisse dan Recital

Kronologis singkat dari apa yang dikehendaki Pihak pertama dan Pihak kedua berupa :

Pihak Pertama bersedia untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan, yang pembiayaannya ditanggung oleh Pihak Kedua, dengan ketentuan yang disebutkan dalam pasal pasal sebagai berikut :

Pasal 1

Tujuan Kontrak

Tujuan kontrak ini adalah bahwa Pihak Pertama melaksanakan dan, menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Rumah Tinggal yang berlokasi tersebut diatas.

- Isi Kontrak

Berisi pasal-pasal yang mencangkup kehendak dari para pihak seperti lampiran yang terdapat dibawah ini :

Pasal 1

Tujuan Kontrak

Tujuan kontrak ini adalah bahwa Pihak Pertama melaksanakan dan, menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Rumah Tinggal yang berlokasi tersebut diatas.

Pasal 2

Bentuk Pekerjaan

Bentuk pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Pertama adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan Perencanaan ( gambar kerja, spesifikasi material dan bahan, serta time schedule proyek ). Terlampir Time schedule Perencanaan no. bp/071009/2007, tertanggal 03 April 2009

2. Pekerjaan Bangunan ( pelaksanaan konstruksi bangunan, sesuai dengan spesifikasi material dan bahan yang akan dilampirkan oleh pihak pertama pada saat Pekerjaan Perencanaan selesai, dan telah disetujui oleh pihak kedua )

Pasal 3

Sistem Pekerjaan

Sistem pekerjaan yang disepakati oleh kedua belah pihak adalah sebagai berikut :

1. Pihak kedua menggunakan system penunjukan langsung dengan memberikan anggaran biaya ( budget ). Pihak Kedua memberikan anggaran biaya kepada Pihak Pertama sebesar Rp. 2.100.000.000 ( Dua Milyar Seratus Juta Rupiah ).

2. Anggaran Biaya sebesar Rp. 2.100.000.000 (Dua Milyar Seratus Juta Rupiah) termasuk rincian :

a. Pekerjaan Perencanaan

b. Pekerjaan Bangunan

Dan tidak termasuk :

a. Pajak – pajak yang di timbulkan atas pelaksanaan pembangunan termasuk : Pajak kontraktor, pajak pribadi, pajak membangun sendiri dan lain-lain.

b. IMB ( Ijin mendirikan bangunan ) mulai dari tingkat klian banjar, lurah / kepala desa, camat dan pihak cipta karya raya.

3. Pihak pertama berhak menentukan luasan ruang bangunan, spesifikasi bahan dan material bangunan, dan bentuk bangunan yang akan disesuaikan dengan anggaran biaya (budget) yang di berikan oleh pihak kedua.

Pasal 4

Biaya

Adapun biaya pembangunan rumah tinggal tersebut adalah Rp. 2.100.000.000 (Dua Milyar Seratus Juta Rupiah ).

Pasal 5

Sistem Pembayaran

Pembayaran atas pekerjaan pembangunan tersebut diatas dilakukan dalam beberapa tahap yaitu :

Tanda Jadi : Tanda jadi sebesar Rp. 10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ) yang harus dibayarkan pada saat pekerjaan perencanaan ( Pasal 2 ayat 1 ) mulai dikerjakan, yaitu pada tanggal 3 April 2009

Downpayment : Pembayaran 30 % x Rp 2.100.000.000 = Rp. 630.000.000 (enam ratus tiga puluh juta rupiah) yang harus dibayarkan pada saat pekerjaan bangunan ( Pasal 2 ayat 2 ) mulai dikerjakan, yaitu pada tanggal 17 April 2009

Tahap I : Pembayaran 25 % x Rp 2.100.000.000 = Rp. 525.000.000 (lima ratus dua puluh lima juta rupiah) setelah pekerjaan dinding dimulai, yang harus dibayarkan pada tanggal 20 Mei 2009

Tahap II : Pembayaran 20 % x Rp 2.100.000.000 = Rp. 420.000.000 (empat ratus dua puluh juta rupiah) setelah pekerjaan atap dimulai, yang harus dibayarkan pada tanggal 1 Juli 2009

Tahap III : Pembayaran 20 % x Rp 2.100.000.000 = Rp. 420.000.000 (empat ratus dua puluh juta rupiah) setelah pekerjaan lantai dimulai, yang harus dibayarkan pada tanggal 2 Agustus 2009

Pelunasan : Pembayaran 5% x Rp 2.100.000.000 = Rp. 105.000.000 dikurangi tanda jadi Rp. 10.000.000 menjadi Rp. 95.000.000 (sembilan puluh lima juta rupiah) setelah pekerjaan selesai.

yang harus dibayarkan pada tanggal 3 September 2009

Pembayaran tersebut harus dilakukan melalui transfer ke rekening :

Penerima : CV Maju Jaya

Bank : ………………………………………………………………………………

No rekening : ………………………………………………………………………………

Pasal 6

Jangka Waktu Pengerjaan

Jangka waktu pengerjaan adalah 6 bulan, terhitung setelah kontrak ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dan pembayaran tahap pertama diterima oleh Pihak Pertama pada tanggal 3 April 2009

Apabila terjadi keterlambatan pengerjaan pembangunan dari waktu yang telah ditentukan, maka Pihak Pertama wajib membayar denda kepada Pihak Kedua sebesar Rp. 10.000/hari. ( Sepuluh ribu rupiah perhari ).

Pasal 7

Perubahan

Apabila pada waktu pengerjaan pelaksanaan konstruksi terdapat perubahan perubahan terhadap luasan, posisi dan bentuk serta penambahan material bangunan, diluar dari perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah Pihak, maka Pihak Kedua wajib membayar setiap perubahan pembongkaran dan pemasangan kembali yakni sebesar Rp. 100.000/M2. ( seratus ribu rupiah permeter persegi )

Pasal 8

Masa Pemeliharaan

1. Masa pemeliharaan berlaku selama 3 bulan, setelah selesai pekerjaan/serah terima hasil pekerjaan yang diikuti dengan penandatanganan berita acara penyerahan bangunan.

2. Apabila dalam masa pemeliharaan tersebut terdapat kerusakan yang disebabkan bukan dari pekerjaan Pihak Pertama, maka Pihak Kedua tidak berhak menuntut Pihak Pertama untuk mengerjakannya. Namun, Pihak Pertama dapat memperbaiki kerusakan tersebut sesuai dengan formulir perubahan dengan biaya yang ditanggung oleh Pihak Kedua sebesar Rp. 100.000/M2 ( termasuk biaya upah tukang & material ).

Pasal 9

Lain – Lain

Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan bersama- sama mematuhi dengan baik dan bertanggung jawab terhadap seluruh kesepakatan kerja yang telah disetujui.

- Penutup Paragraf

Dalam bagian penutup kontrak diatas disertai dengan tandatangan dari Pihak pertama dan pihak kedua sebagai tanda adanya kesepakatan kerja seperti lampiran dibawah ini :

Demikian Kontrak Kerja ini telah di setujui dan di tanda tangani untuk dilaksanakan dengan sebagai mana mestinya tanpa adanya campur tangan dari pihak lain.

Pihak Pertama Pihak Kedua

( …………………. ) (………………)

CV. Maju Jaya

www.amiboyz.co.cc

Kuliah Umum “Perkembangan Teknologi Dalam Rekayasa Geoteknik di Indonesia”

 

the_palmHari adalah hari yang sedikit berbeda dengan hari-hari yang lain karena kami semua warga teknik sipil Gunadarma melaksanakan Kuliah Umum yang bertema “Perkembangan Teknologi Dalam Rekayasa Geoteknik di Indonesia”. Acara yang dimulai pada pukul 08.45 pagi diisi oleh 2 pembicara yang sangat baik dan sangat informatif saat menyampaikan ilmu yang dimilikinya, yaitu :

 

 

 

  1. Bapak Enrico sebagai praktisi dari Golder Associates sebuah perusahaan Internasional di bidang Geoteknik
  2. Ibu Sri Wulandari, ST,. MT sebagai Dosen Geologi teknik Universitas Gunadarma

Adapun catatan saya dalam presentasi yang di sajikan oleh  2 pembicara di atas adalah sebagai berikut :

Pertama adalah kuliah yang disajikan oleh Bu Wulan dengan tema perkembangan ilmu Geologi dari awal hingga sekarang namun disajikan dengan english text yaitu langsung saja :

 

Tahun 1940

  • Pengenalan secara singkat kepada Karl Terzaghi (1940) atau ada yang menyebut bahwa kakek dari ilmu Geoteknik.
  • Pasca dari perang dua II ternyata ilmu Geoteknik berkembang cukup pesat seperti bidang ilmu yang lain.

Tahun (1950-1960)

Pada masa dekade ini terdapat beberapa subbidang geoteknik yang mengalami perkembangan yaitu

  1. Stabilitas Lereng
  2. Kekuatan Geser
  3. Struktur Tanah
  4. Design Pergerakan
  5. Stabilitas Tanah – Perbaikan Tanah
  6. Transient Loading

Tahun (1960-1970)

  1. Tekanan Air Pori
  2. Fenomena Kimia Fisik Tanah
  3. Ilmu Batuan
  4. Aplikasi Komputer
  5. Analisi Elemen Hingga
  6. Interaksi Struktur Tanah
  7. Dinamika Tanah
  8. Likuifaksi
  9. Earth Dam atau sebuah dam yang dibuat oleh tanah sekitar atau tanah dari tempat lain
  10. Offshore atau lepas pantai, Cold Region atau Zona Dingin seperti Penelitian tanah di kutub dan Lunar Project atau Sebuah penelitian yang dilakukan di luar planet Bumi seperti Bulan atau Mars

Tahun (1970-1980)

  1. Centrifuge Testing
  2. Constructive Modeling
  3. Geoteknik Gempa
  4. Konstruksi bawah tanah

 Tahun (1980-1990)

Pada tahun ini berkembang Geohidrologi yaitu sebuah ilmu yang mempelajari antara sifat dan tanah yang memang tidak dapat dipisahkan di lapangan.

 Tahun (1990-2000)

  1. land reclamation – yaitu ilmu yang mempelajari membuat laut di pinggir pantai menjadi sebuah pulau kecil, atau daratan
  2. pengindraan jarak jauh
  3. Geographic Information System- untuk mengetahui dari setiap jenis tanah secara umum hanya dengan diambil gambar oleh satelit.

itu adalah garis besar yang di jelaskan oleh Bu Wulan pada kesempatan kuliah umum ini dan juga Bu Wulan mengatakan bahwa ilmu dari geologi tanah ini secara umur masih baru dibandingkan dari ilmu teknik sipil itu sendiri maka masih banyak PR yang harus di kerjakaan . Dan juga Bu Wulan selalu berpesan agar bisa melakukan penelitian-penelitian tanah agar tanah di Indonesia ini memiliki standar tersendiri.

 

Setelah Bu Wulan selesai dalam memberikan sajian presentasi, Bapak Enrico langsung mengisi acara selajutnya.

Bapak yang menyelesaikan S1 dan S2 di Universitas Parahyangan ini mempersentasikan dengan tema “Innovative Design to Allow Mining Through Swamp Adjacent to Sea in Kalimantan.

sebuah paparan yang menjelaskan metode yang dilakukan oleh Golder Associates untuk mengatasi permasalahan tanah di sebuah daerah di Kalimatan untuk pengunaan tambang batu bara.

Tahap-tahap yang harus dilakukan adalah:

  1. Desk Study (Existing data)
  2. Design Optional
  3. Discussion
  4. Decision – Design
  5. Construction

Pada presentasi ini Pa Enrico langsung masuk ke point kedua yaitu Design Optional.

Ada 2 metode yang di bahas pada kesempatan kali ini yaitu Metode stone columns dan Deep Soiling Mixing

pada metode Stone colums memiliki masalah yaitu harga yang mahal karena harus membawa batuan yang jauh jaraknya dan dalam pengerjaan butuh peralatan tambahan seperti casing agar tanah tidak menutup kembali setelah proses pengeboran tanah untuk di masukan batuannya.

 

Jika pada Deep Soiling Mixing butuh space yang besar untuk alat berat yang bertuga untuk menumbuk tanah.

 

maka di gabungkan 2 metode diatas yaitu dengan nama Hybrid system yaitu kombinasi pile cantilever retaining structure dan deep soiling mixing.

 

setelah menentukan design Pa Enrico menjelaskan tahap selajutnya yaitu dengan melakukan intevestigation untuk melakukan penelitian keadaan tanah pada wilayah tersebut, Yaitu:

  • Borehole yaitu metode untuk mendapatkan tanah undisturbed atau tanah yang tidak terganggu tetapi menurut Pa Enrico sebenarnya tanah ini mengalami gangguan juga pada saat pengambilan tanahnya. ada 2 tes pada borehole ini
  1. SPT (Standard Penetration Test)- untuk mengetahui nilai kohesi dari tanah
  2. Rock core=  Measured rock profile – (untuk mengetahui dari retakan, Rock Quality Designation), wheathering dan kekuatan batuan.
  3.  

setelah itu Pa Enrico berbagi ilmu pada saat penelitian butir halus yaitu dengan PCPT atau Piezometric Cone Penetration Test. setelah itu kita mendapatkan

Index properties :

  1. water content
  2. Grain size
  3. Atterberg Limit
  4. Bulk density
  5. Specific Gravity

Mechanical Test:

  1. UU triavial
  2. UCS test for Rock

setelah mendapat hal diatas melakukan tahap analisa desain pile cantilever dengan Elemen Hingga program yaitu:

WALLAP dan Qwall, jika Qwall lebih ke strukturnya.

 

Setelah itu sesi ke 2 Pa Enrico memperkenalkan efek dari Blasting pada keadaan reatining. dari hasil analisis mengunakan UDEC (Universal District Element Code). beban kejut ini di harapkan tidak mengalami distribusi gaya dari TNTnya agar tidak mengalami failure.

Dan kesimpulan dari Pa Enrico adalah:

  • Memiliki komunikasi yang baik kepada siapa saja
  • Deep Soil Mixing sudah di praktekan di Indonesia
  • Desain yang inovatif dan murah dapat sedikit mencegah kerusakaan lingkungan yang besar

 

 

 

 

     

19 Oktober, 2009

Catatan Mekanika Teknik, 19 Oktober 2009

Miftah Hazmi
SarMag Sipil 2008

Persamaan Tiga Momen

Dasar Teori

Syarat Kompatibilitas dan Persamaan keseimbangan
Dalam penyelesaian dengan persamaan tiga momen ini harus mendapatkan nilai momen primer dengan menggunakan syarat kompatibilias dan persamaan keseimbangan yang telah di perlajari pada metode Consistent Deformation . Seperti contoh sebuah balok dibawah ini :
Dari gambar atas memiliki :
Syarat Kompatibilitas Syarat Keseimbangan
θkiri = θkanan MA + MB = 0
MA=-MB
Dalam melihat permasalah yang ingin selesaikan harus dilihat pula

Kondisi Batas
•Lendutan (Vertikal, Horisontal)
•Rotasi

Kejadian Gaya Dalam
•M=0
•∑M=0
Asumsikan momen batang yang terjadi di setiap batang


Mij+Mim+Mil+Mik=0

Nah berhubung sudah malam jadi hanya segitu dulu kalo Insya Allah besok saya lanjutkan , dan kalo ingin dengan contoh soalnya bisa di download di link ini

source : kuliah dari Bu Essy
www.amiboyz.co.cc

14 September, 2009

Praktikum IUT dibawah terik matahari

Untuk melengkapi studi dari trimester 3 saya dan teman-teman saya harus menyelesaiankan salah satu yang diberikan oleh Universitas, Praktikum Ilmu Ukur Tanah adalah Praktikum pertama yang saya lakukan dan berhubungan dengan bidang saya yaitu teknik sipil. "ngeceng-ngeceng" (hehehe). Di bawah terik matahari yang panas kita ditugaskan oleh assiten laboratorium untuk menyelesaikan 2 tugas:

1. Pengukuran Sipat Datar, dimana Pengukuran sipat datar memanjang dan melintang.
2. Pengukuran Polygon

oke yang ada penjelasan sekilas tentang Pengukuran itu.

Sipat datar adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan beda tinggi antara dua tempat atau lebih di lapangan dengan cara membaca skala pada rambu vertikal yang tepat berhimpit pada posisi garis bidik horisontal.
gambar 2 Sipat datar bertujuan untuk menentukan selisih tinggi antara tempat-tempat yang sudah ditentukan pada muka bumi, dimana tempat tersebut dinyatakan di atas atau di bawah suatu bidang referensi
dalam pengukuran sipat datar kita mengunakan waterpass, dengan waterpass ini kita bisa mendapatkan jarak dan beda tinggi sebuah permukaan. ini adalah gambar dari waterpass

Sipat Datar Profil Memanjang
Profil memanjang digunakan untuk membuat trase jalan kereta api, jalan raya, saluran air, pipa air minum, riool. Dengan jarak dan beda tinggi titik-titik di permukaan bumi didapatkan irisan tegak yang dinamakan profil memanjang pada sumbu proyek. Di lapangan dipasang pancang-pancang dari kayu yang menyatakan sumbu proyek, dan pancang-pancang itu digunakan pada pengukuran penyipat datar yang memanjang untuk mendapatkan profil memanjang.
Penggambaran profil memanjang dengan menggunakan hasil ukuran dapat dilakukan sebagai berikut :
Tentukan dulu skala untuk jarak dan tinggi. Karena jarak jauh lebih panjang daripada beda tinggi, maka untuk jarak dan untuk tinggi selalu diambil skala yang tidak sama dan skala untuk jarak akan lebih kecil daripada skala untuk beda tinggi. Biasanya skala untuk jarak di ambil 1 : 1000 dan skala untuk tinggi di ambil 1 : 100.
Bila sekarang titik-titik yang telah dilukiskan dengan tingginya dihubungkan berturut-turut, maka didapatkan profil lapangan memanjang pada sumbu proyek. Dengan profil memanjang ini dapat diketahui beberapa material yang dibutuhkan untuk penimbunan untuk dapat bekerja secara ekonomis, maka banyaknya tanah yang digali sebaiknya harus sama dengan banyaknya tanah yang di timbunkan.
Sipat Datar Profil Melintang
Telah dijelaskan bahwa banyaknya tanah yang digali sedapat mungkin dibuat sama dengan banyaknya tanah yang diperlukan untuk menimbun. Untuk menghitung banyaknya tanah, baik untuk galian maupun untuk timbunan, profil memanjang belumlah cukup. Maka diperlukan lagi profil melintang yang dibuat tegak lurus sumbu proyek dan pada tempat-tempat penting. Jarak antara profil melintang pada garis proyek melengkung dibuat lebih kecil daripada garis proyek yang lurus. Profil melintang harus pula dibuat di titik permulaan dan titik akhir garis proyek melengkung.
Cara pengukuran profil melintang sama dengan cara pengukuran untuk profil memanjang, hanya jaraknya lebih pendek bila dibandingkan dengan jarak pada profil memanjang. Skala untuk jarak dan beda tinggi, karena jarak-jaraknya menjadi pendek, dapat dibuat sama, misalnya 1 : 100.



Gambar di atas merupakan gambar dari sipat datar profil melintang, hasil dari kerja keras dari kelompok 3 yaitu Agus, Dedi, Ami, Santi, dan Resti. hhehehe.

Pengukuran Titik Polygon Utama.
Pengukuran metode ini merupakan salah satu cara penyajian sebaran titik ikat di daerah pengukuran secaraa berurutan.
Maksud dan tujuan pengukuran polygon adalah untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam mencari koordinat titik-titik polygon.
Data-data tersebut adalah sebagai berikut :
a. Data sudu dalam (I) pada setiap titik dari polygon yang akan dicari koordinatnya (X1, Y1)
b. Data jarak atau sisi Sn jumlahnya = n - 1 (jarak horisontal) pada semua sisi polygon.
c. Data satu sisi azimuth pada sisi polygon atau beberapa azimuth pada beberapa sisi polygon jika merupakan pengukuran polygon terbuka. Azimuth akan diukur pada sisi awal dan akhir jika merupakan polygon terbuka terikat sempurna.
Pengukuran Titik Detail Polygon.
Tujuan utama dari pengukuran detail adalah untuk menggambarkan kembali sebagian permukaan bumi dengan segala perlengkapannya yang akhirnya berwujud peta. Berhubung tujuan pemakaian peta bermacam-macam, maka pengukuran detail pun menjadi selektif, hanya detail-detail tertentu yang diukur guna keperluan suatu macam peta.
Data yang perlu dicari dalam pengukuran detail ini adalah data sudut, jarak, dan beda tinggi. Pada pengukuran ini juga diperlukan sketsa situasi agar diketahui letak titik detail yang diambil sehingga memudahkan dalam penggambaran peta.




www.amiboyz.co.cc
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |