05 Juni, 2009

Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.

Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.

Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

03 Juni, 2009

Atlantic And East Pacific Ocean Hurricane Seasons Begin For 2009

ScienceDaily (June 2, 2009) — Summer soon begins in the Northern Hemisphere and, on June 1st, the Atlantic hurricane season kicks off. What do Atlantic and Pacific Ocean surface temperatures and heights tell forecasters about what they can expect this season? Although peak hurricane time doesn't arrive until late-summer and early fall, there are some oceanic signals that give a hint of coming activity and NASA satellites are helping to provide that data.


The Atlantic Ocean Hurricane Season runs from June 1 to November 30. In the eastern Pacific Ocean, Hurricane season runs between May 15 and November 30 each year. These dates simply border the times when most tropical cyclone activity happens in this region. The National Oceanic and Atmospheric Administration's (NOAA) National Hurricane Center forecasts tropical cyclones (the generic name for hurricanes, typhoons, tropical storms, tropical depressions) in the eastern Pacific and Atlantic. NASA provides satellite data and conducts tropical cyclone research.

NASA has several satellites in orbit around the Earth that are used to study different aspects of these tropical cyclones, and NASA scientists conduct hurricane research all through the year. Satellites include the Tropical Rainfall Measuring Mission satellite, Aqua, QuikScat, CloudSat, the Geostationary Operational Environmental Satellite (GOES), JASON-1, OSTM/Jason-2, Landsat, and Terra. Except for GOES, which is managed by NOAA, all missions are managed either out of NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Md. or NASA's Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, Calif. NASA Goddard's GOES Project Office generates GOES images and animations.

Using all of these satellites and their instruments, NASA scientists gather data on many factors that determine if a tropical cyclone may strengthen or weaken. Data includes: storm and surface winds; sea surface heights and temperatures; rainfall intensity and area; lightning; cloud water; water vapor; cloud heights, extent of cloud cover and cloud temperature, humidity, atmospheric pressure; cloud development; and size of the storm.

NASA data currently indicate that sea surface temperatures in the tropical Atlantic are below normal. These cooler than normal ocean temperatures could "starve" developing hurricanes of their driving force, which are waters warmer than 80 degrees Fahrenheit, thus suggesting a damping of hurricanes.

Despite Atlantic waters being cooler than normal, the first tropical depression of the Atlantic season formed on May 27 around 11 a.m. EDT in the warmer waters of the Gulf Stream about 310 miles south of Providence, Rhode Island. It then moved away from the mainland U.S. and into cooler waters which led to its dissipation.

Meanwhile in the eastern Pacific, the La Niña conditions of the past few years have faded away. This is also good news for the coming hurricane season, as La Niña tends to drive the jet stream farther north, decreasing the hurricane damping wind shear over the tropics. The jet stream is a ribbon of fast moving air in the upper troposphere that guides low pressure areas (storms) and fronts.

But, it is very early to forecast hurricane activity since much can change during the summer. Will El Niño develop in the Pacific or will La Niña make a surprise return? Will the Atlantic warm up over the summer? And there are some wild cards. Since 1995, the Atlantic has entered multi-decadal conditions that favor increased hurricane activity. This loads the dice for more hurricanes.

In the Pacific, the Pacific Decadal Oscillation's (PDO) characteristic warm "horseshoe" and cool wedge pattern is still strong in the sea surface temperature and sea-level height images. The PDO is a long-term ocean temperature fluctuation of the Pacific Ocean that waxes and wanes approximately every 10 to 20 years.

Most recent NASA sea-surface temperature and height data clearly illustrate the persistence of this basin-wide pattern. "While this PDO pattern tends to make the formation of a new El Niño event less likely, the warm waters in the western Pacific favor a very active western Pacific typhoon ("hurricane" in the eastern Pacific and Atlantic) season and inhibit the hurricane damping condition over the Atlantic and Caribbean," said Dr. William Patzert of NASA's Jet Propulsion Laboratory in Pasadena, Calif.

Patzert sees merit in the cautionary Atlantic hurricane outlook released by NOAA's Climate Prediction Center in May. "It is the beginning of a long summer and oceanic and atmospheric conditions can change dramatically," Patzert said. Statistics and probabilities of today have huge wiggle room.

By fall, today's conditions can change. Being vigilant and preparing for a major hurricane is still the best way to prepare for any hurricane season. "Along hurricane-prone coasts and areas, be ready; you can be clobbered no matter what the expert outlook is today," said Patzert.

Whenever and wherever a tropical cyclone forms, NASA satellite data will provide data that will help forecasters get a better idea of how it's going to behave.


Adapted from materials provided by NASA.

Sistem Persamaan Linier dan Matriks

Kali ini saya akan sedikit membahas tentang mata kuliah matematika 3 yang saya pelajari. setelah mempelajari tentang fungsi integral dan persamaan differensial dan sebagai di matematika 2, matematika 3 di awali dengan materi Sistem Persamaan linier dan matriks. ini adalah ringkasan dari kuliah saya





Jika untuk mendapatkan persamaan nilai x maka penyelesaiannya biasanya dibentuk menjadi sebuah matrik seperti gambar di bawah ini :







bentuk matriks di atas dapat di rubah menjadi matriks eselon dengan Operasi Baris Elementer atau dengan melakukan matriks transpose. sehingga matrik dirubah dapat dirubah menjadi matriks eselon
Matriks Eselon Baris /Tereduksi dapat dikatakan jika
  • Jika sebuah baris tidak terdiri seluruhnya dari nol, maka bilangan tak nol di dalam baris tersebut adalah 1 ( dinamakan 1 utama )
  • Jika ada suatu baris yang terdiri seluruhnya dari nol, maka semua baris seperti itu dikelompokkan bersama di baris yang paling bawah.
  • Di dalam sebarang 2 baris yang berturutan yang tidak terdiri seluruhnya dari nol, maka 1 utama di dalam baris yang lebih rendah terdapat lebih jauh ke kanan daripada 1 utama di dalam baris yang lebih tinggi
  • Setiap kolom yang mengandung sebuah 1 utama mempunyai nol di tempat lain.

Setiap matriks dapat dibawa ke bentuk matriks eselon tereduksi secara tunggal dengan OBE.

Menyelesaikan SPL dengan OBE ( Gauss-Jordan) adalah dengan membawa augmented matriks dari SPL ke bentuk matriks eselon tereduksi.

Penyelesaian dari SPL non homogen :
  • Mempunyai 1 penyelesaian.
  • Mempunyai tak hingga penyelesaian.
  • Tidak mempunyai penyelesaian.

02 Juni, 2009

KEKUATAN TERSEMBUNYI PETIR

Satu lagi sebuah artikel yang saya rujuk dari websitenya Bapak Harun Yahya, kali ini saya arikel yang saya tulis tentang kekuatan tersembunyi dari petir (sekarang jadi tidak tersembunyi). hehehe

Ini adalah artikel selengkapnya....


Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.

KEINDAHAN YANG TERLIHAT SELAMA SETENGAH DETIK

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur'an,

"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur, 24:43)

Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.

Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.

Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur'an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur'an, sesungguhnya adalah "Guruh". Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.


30 Mei, 2009

SEJARAH BAJA

Sejarah baja

· Besi ditemukan digunakan pertama kali pada sekitar 1500 SM

· Tahun 1100 SM, Bangsa hittites yang merahasiakan pembuatan tersebut selama 400 tahun dikuasai oleh bangsa asia barat, pada tahun tersebbut proses peleburan besi mulai diketahui secara luas.

· Tahun 1000 SM, bangsa yunani, mesir, jews, roma, carhaginians dan asiria juga mempelajari peleburan dan menggunakan besi dalam kehidupannya.

· Tahun 800 SM, India berhasil membuat besi setelah di invansi oleh bangsa arya.

· Tahun 700 – 600 SM, Cina belajar membuat besi.

· Tahun 400 – 500 SM, baja sudah ditemukan penggunaannya di eropa.

· Tahun 250 SM bangsa India menemukan cara membuat baja

· Tahun 1000 M, baja dengan campuran unsur lain ditemukan pertama kali pada 1000 M pada kekaisaran fatim yang disebut dengan baja damascus.

· 1300 M, rahasia pembuatan baja damaskus hilang.

· 1700 M, baja kembali diteliti penggunaan dan pembuatannya di eropa.

bijih besi antara lain :

  • Hematite - Fe2O3 - 70 % iron
  • Magnetite - Fe3O4 - 72 % iron
  • Limonite - Fe2O3 + H2O - 50 % to 66 % iron
  • Siderite - FeCO3 - 48 % iron

Pemurnian Besi

· Prinsip dasar : Menghilangkan kandungan oksigen dalam bijih besi.

· Cara tradisional : blomery, pada proses ini bijih besi dibakar dengan charcoal, dimana banyak mengandung carbon sehingga terjadi pengikatan oksigen, pembakaran tersebut menghasilkan karbondiokasida dan karbon monoksida yang terlepas ke udara, sehingga besi murni didapat dan dikeluarkan dari dapur,kekurangnya tidak semua besi dapat melebur sehingga terbentuk spoge, spoge berisi besi dan silica.

· Proses lebih modern adalah dengan blas furnace, blast furnace diisi oleh bijih besi, charcoal atau coke (coke adalah charcoal yang terbuat dari coal) dan limestone (CaCO3). Angin secara kencang dan kontinu ditiupkan dari bawah dapur. Hasil peluburan besi akan berada di bawah, cairan besi yang keluar ditampung dan disebut dengan pig iron.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |