22 Juli, 2009

Scientists Find Tsunami 'Shadow' Visible From Space

ScienceDaily (July 16, 2009) — For the first time, NOAA scientists have demonstrated that tsunamis in the open ocean can change sea surface texture in a way that can be measured by satellite-borne radars. The finding could one day help save lives through improved detection and forecasting of tsunami intensity and direction at the ocean surface.
“We’ve found that roughness of the surface water provides a good measure of the true strength of the tsunami along its entire leading edge. This is the first time that we can see tsunami propagation in this way across the open ocean,” said lead author Oleg Godin of NOAA’s Earth System Research Laboratory and the Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences, in Boulder, Colo.

Large tsunamis crossing the open ocean stir up and darken the surface waters along the leading edge of the wave, according to the study. The rougher water forms a long, shadow-like strip parallel to the wave and proportional to the strength of the tsunami. That shadow can be measured by orbiting radars and may one day help scientists improve early warning systems. The research is published online this week in the journal, Natural Hazards and Earth System Sciences.

The new research challenges the traditional belief that tsunamis are too subtle in the open ocean to be seen at the surface. The findings confirm a theory, developed by Godin and published in 2002-05, that tsunamis in the deep ocean can be detected remotely through changes in surface roughness.

In 1994, a tsunami shadow was captured by video from shore moments before the wave struck Hawaii. That observation and earlier written documentation of a shadow that accompanied a deadly tsunami on April 1, 1946, inspired Godin to develop his theory. He tested the theory during the deadly December 26, 2004, Indian Ocean tsunami, the result of the Sumatra-Andaman earthquake.

Godin and colleagues analyzed altimeter measurements of the 2004 tsunami from NASA’s Jason-1 satellite. The data revealed clear evidence of an increased surface roughness along the leading edge of the tsunami as it passed across the Indian Ocean between two and six degrees south latitude.

Tsunamis can be detected in several ways. One detection method uses a buoy system that warns coastal communities in the United States of an approaching tsunami. NOAA’s Deep-ocean Assessment and Reporting of Tsunamis (DART) early warning system uses sensors on the ocean floor to measure changes in pressure at each location. The DART network of 39 stations extends around the perimeter of the Pacific Ocean and along the western edge of the North Atlantic Ocean and Gulf of Mexico. The technology provides accurate, real-time information on the amplitude, over time, of an approaching tsunami. NOAA's tsunami warning centers then use this information to forecast the tsunami's impact on coastlines.

A second method uses space-borne altimeters to detect tsunamis by measuring small changes in sea surface height. Only a handful of these instruments are in orbit and the observations are limited to points along a line.

The new study presents a third way to detect tsunamis — by changes in the texture of the surface water across a wide span of the open ocean.

Godin’s research confirmed his theory that a tsunami wave roughens the surface water through air-sea interaction. First the leading edge of the tsunami wave stirs up the surface winds. Those same winds, which become more chaotic than the wave itself, then churn the surface waters along the slope of the wave.

Because rough water is darker than smooth water, a contrast forms between the dark, rough water of the wave and the bright, smooth water on either side of it. Common scientific instruments, called microwave radars and radiometers, are able to detect this contrast, known as a tsunami shadow.

When orbiting the Earth, microwave radars and radiometers can observe a band of ocean surface hundreds of kilometers wide and thousands of kilometers long. If programmed correctly to observe sea surface roughness, they could potentially map an entire tsunami, said Godin.

The paper, “Variations in sea surface roughness induced by the 2004 Sumatra-Andaman tsunami,” by O. A. Godin, V. G. Irisov, R. R. Leben, B. D. Hamlington, and G. A. Wick, appears in Natural Hazards and Earth System Sciences, a journal of the European Geosciences Union.

Pengertian Kohesi dan Adhesi

1. Kohesi / Kohesif

Kohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang sama jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain tidak dapat menempel karena molekulnya saling tolak menolak.

Contoh Kohesi :
- Air di atas daun talas
- Air raksa yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi kimia

2. Adhesi / Adhesif

Adhesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain dapat menempel dengan baik karena molekulnya saling tarik menarik atau merekat.

Contoh Adhesive :
- Air di atas telapak tangan
- Susu tumpah di lantai




July 20, 2009—A new black spot on Jupiter was likely caused by an impact over the weekend that took astronomers by surprise.

Slightly smaller across than Earth, the temporary spot was caused by a recent but unobserved comet or asteroid impact, said Glenn Orton, an astronomer at NASA's Jet Propulsion Laboratory in California.

"It's very clear that this is an impact," Orton said.

First spotted by Australian amateur astronomer Anthony Wesley on July 19, the blemish appears as a dark gray blob on the gas giant's south pole. (The picture above appears upside down, and the very dark spot on the planet's equator is the shadow of Jupiter's moon Io.)

Astronomer Amy Simon-Miller, of NASA's Goddard Space Flight Center in Maryland, agreed that it must have been an impact, saying that the evidence "is not consistent with changes in weather patterns."

The bombardment that caused the spot would have been very similar to what happened in 1994, when fragments of the comet Shoemaker-Levy 9 slammed into Jupiter. (See a Hubble picture of comet debris approaching Jupiter.)

The impactor's size is still unknown, but it would have exploded like a bomb as it punched a hole through Jupiter's upper atmosphere, Simon-Miller said.

"If you could look edge-on at the planet exactly where it happened, you would have seen a fireball," she said. "What we're looking at now is not the hole, but burnt up debris raining back down onto the planet."

It's possible more impacts could follow in the next few days, and if so, this time astronomers will be ready to spot the actual explosions.

"We're going to be training all the big telescopes on it as soon as we can," Simon-Miller said.

—Ker Than

04 Juli, 2009

"The End of The World 2012"

*Ramalan Bangsa Maya **mengatakan : Akhir dunia akan ditandai dengan
perselisihan dan perang nuklir*
"ramalan Suku Maya"

Dalam Berbagai Ajaran Agama, semua yang bermula pasti akan berakhir. Seperti
halnya ada siang akan diikuti oleh malam, adanya sehat pasti akan diikuti
datangnya sakit dan adanya sifat jahat pasti akan diimbangi oleh kebaikan.
Tinggal bagimana kit amenyikapi semua hal tersebut untuk tetap menjaganya
sesuai dengan kehidupan seperti apa yang kita inginkan.

Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran
agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau
kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun
disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut
diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan
Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.

Kalender Bangsa Maya hingga saat ini disebutkan adalah kalender yang paling
akurat yang pernah ada di bumi. Sudah banyak kejadian dan fenomena mereka
kumpukan dan diterangkan dalam sebuah simbol-simbol dan karakter untuk
meramal kehidupan budaya dan akhir jaman. Salah satunya perhitungan kalender
menyebutkan bahwa tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan *"End of
Times"*. Maksud kata ini masih banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan dan
arkeolog namun makna tersebut salah satunya dimaknai sebagai berakhirnya
kehidupan manusia di bumi.

Seperti mengingat kisah nabi Nuh (Noah), pada saat itu, seluruh kehidupan
manusia telah musnah. Akibat sebuah bencana yang disebut karena azab, hanya
umat nabi Nuh yang hidup dan selamat. Tidak hanya sekali itu, menurut
catatan sejarah tlah sebanyak 81 kali kehidupan dibumi membuat seperti
siklus. Kehidupan satu muncul dan kehidupan lainnya dihancurkan. Akankah
kehidupan manusia di lima tahun mendatang musnah?

"Ketika ramalan demi ramalan saya artikan tersembunyi sebuah makna bahwa
perang dunia ketiga akan segera terjadi," kata Doktor Michael Ratherford
seoarang arkeolog yang mempelajari manuskrip Nostradamus sejak 1975.
Selanjutnya kisah yang ia tangkap dari ramalan tersebut ditulisnya dalam
bentuk buku yang berjudul The Nostradamus Code: World War III.

Tumpukan manuskrip yang ditulis oleh Michel de Nostradame, atau lebih
dikenal Nostradamus (1503-1566) itu ditemukan oleh anggota dari Italian
National Library di Roma. Temuan besar pada Mei 2005 tersebut memberikan
makna yang lebih besar sekarang dengan sebutan *The Nostradamus Code*. Untuk
memahaminya, Ratherford menggunakan sebuah teknik analisa seni dan bilangan
alogaritma. Data yang dihasilkan dapat dianalisis dalam waktu 10 menit.
Dalam buku disebutkan permusuhan dan perkelahian akan berkecamuk dan perang
dunia ketiga akan terjadi.

Salah satu terpanas yang saat ini sedikit menyingggung dan benar-benar
menjadi tanda dibahas dalam BAB empat buku tersebut. BAB tersebut membahas
kapan waktu permasalahan timbul. Dalam syair ke 3 dan 4 Nostradamus Code
menyebutkan pada abad ke 20 perselisihan akan banyak terjadi. Pemimpin yang
gila meluncurkan bom nuklir ke daerah Mediterania dan Eropa. Selama periode
kegelisahan tersebut pemimpin negara di Timur Tengah mampu mendapatkan
senjata nuklir. Dia kemudian melakukan sesuatu hal yang kecil dan tidak akan
ragu lagi menggunakan senjata untuk peperangan.

Selain itu dalam syair ke 67 disebutkan sumber bencana seperti gunung api,
gempabumi, banjir dan musim kekeringan akan semakin dirasakan oleh seluruh
umat manusia. Bencana-bencana tersebut akan menyebabkan pertikaian semakin
besar dan konflik sosial semakin parah. Amerika disebutkan akan mengalami
kondisi yang paling parah terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan
banjir. Pada waktu itu kondisinya akan penuh konflik, keputusasaan dan
kesengsaraan. Akibat bencana yang besar tersebut Amerika akan Bangkrut dan
struktur politik serta sosialnya melemah.

Tanda lain yang disebutkan dalam syair ke 23 dan 81 disebutkan bahwa
kepercayaan anti terhadap keberadaan Tuhan akan kembali meningkat di Timur
Tengah. Kepercayaan ini kemudian akan merambah keberbagai penjuru seperti
Eropa, dan Wilayah Mediterania. Tanda lainnya adalah untuk negara ke tiga
dunia, para pemimpinnya akan saling berselisih. Selain itu masih banyak lagi
sumber masalah yang menjadi tanda perang dunia ke tiga untuk menuju akhir
dunia.

"Rangkuman dalam buku ini hampir sama penggambarannya seperti dalam
kepercayaan Tuhan yang terangkum di umat nabi Musa, di Injil atau Islam,"
kata Ratherford. Dalam sampel buku yang diterbitkannya tersebut ia tidak
menyebutkan apakah Nostradamus menyebutkan waktu akhir dunia seperti bangsa
Maya atau tidak. Namun setiap BAB yang diterangkannya bahwa keterangan kapan
akhir dunia ini akan terjadi sudah sangat dekat.

*Pemusnahan Berkali-kali*

Didalam beberapa mitologi-mitologi kuno bahwa bumi ini pernah dilanda banjir
dahsyat yang mengerikan, hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada
cerita tentang bencana yang satu ini, misalnya diantara lebih dari 130 suku
Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir
dahsyat sebagai topik.

Mari ingat Kisah Nabi Nuh (Noah). Dikisahkan didalam Al-Qur'an maupun Bible,
bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah, terkecuali bagi
orang-orang yang percaya pada ajaran Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Nuh
yang selamat dari bencana air bah yang maha dahsyat itu.

Di sekitar pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet misalnya, orang-orang
menjumpai sebuah suku, keturunan dan rupa mereka hampir mirip dengan orang
Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup
atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.

Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter
di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda
yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu
mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang
dicatat dalam kitab suci.

Adalah sebuah artikel menarik, menurut penuturan dari Master Li Hongzhi
(pendiri Falun Gong/Falun Dafa) dalam buku Zhuan Falun Ceramah I halaman 22.
Beliau menuturkan bahwa peradaban dimuka bumi ini setidaknya telah
dihancurkan kurang lebih sebanyak 81 kali mengalami kemusnahan total.

Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara
mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan
*kemerosotan
dan kebejatan manusia*, lalu Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk
menghukum manusia.

Dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu, ada yang disebut sebagai zaman
edan dan zaman fitrah kembali, sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman
fitrah sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan
secara keseluruhan.

Ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang
luar biasa (zaman edan), Sang Pencipta memutuskan untuk mengakhiri peradaban
tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang akhirnya mengakhiri
kehidupan dimuka bumi pada saat itu.

Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru
selanjutnya. Pada waktu peradaban baru ini lahir, hati orang-orang yang
berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah
bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang
menimpanya dimasa silam.

Pada saat ini, dimana tanda-tanda zaman edan telah dapat terlihat dengan
begitu jelas, mungkin kembali saatnya peradaban pada saat ini harus kembali
diakhiri, dan akan digantikan dengan sebuah peradaban baru yang tidak ada
hubungannya sama sekali dengan peradaban sebelumnya. (mungkin
manusia-manusia yang akan datang akan mengenal sisa-sisa peradaban kita
sebagai sebuah peradaban maju yang hilang ditelan masa, seperti halnya kisah
mengenai peradaban Atlantis dan Lemuria yang tenggelam dimasa silam).

*Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali?*

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg
merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi.
(Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya)
menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan *"End
of Times"*. Maksud dari "End of Times" itu sendiri masih diperdebatkan oleh
para ilmuwan, dan arkeolog.

Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :

1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
4. End of Times = End of the World as we know it
5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua
kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia
meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati
bahkan telekinesis
8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu
tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami,
karena ditemukannya mesin waktu
10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui
stargate
12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari
kehancuran
13. Kebangkitan Isa AS / Jesus
14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali,
manusia = galaxy being

Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada
periode 1992-2012 bumi akan "dimurnikan", selanjutnya peradaban manusia
sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai
pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan
yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran
abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya
membuat orang takjub.

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico
sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras.
Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh
Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan
tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.

Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal
itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu
dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku
mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol
ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja
dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk
meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di
atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini
persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara
garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan
perubahan manusia.

*Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang
diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya
tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami 'The Great
Cycle' (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih*.
Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan
bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang
berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125
tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan
waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai
mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi
perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi
(Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap
tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam
bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan
kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi
menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun
lamanya.

*Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki
tahap terakhir dari fase Siklus Besar*, bangsa Maya menganggap ini adalah
periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka
menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama
periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan
meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan
galaksi.

*Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia
kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan
memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan
peradaban sekarang*. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari
akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika
(jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat
berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi
terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah "Pintu Langit" saja bagi umat
manusia.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut 'Periode
Regenerasi Bumi". Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati
manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang
sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi
yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi
(alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi
kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi "pemurnian" dan
bagaimana pula terjadi "regenerasi" pada bumi kita ini, tidak disebutkan
secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung
tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari
kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh
mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena
baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang
bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia,
dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja
harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang
terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan
dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.

<http://i143.photobucket.com/albums/r153/Drakuli_2006/05_68_02.jpg>

Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat
ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang
mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.

Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub
utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk
beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada
waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan
perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.

Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari
dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan
semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:

1. Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak
melemah.
2. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi,
pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.
3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal
dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti
kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari
4. Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi
5. Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak
diketahui bagaimana ia akan berubah.

Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda
dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat
menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012
ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja
dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu.

Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran
perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat
dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan
telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat
dengan kita.

Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, "pada tahun 2012 nanti
jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%". Lalu ketika ditanya apa
penyebabnya,dia menuturkan, "pada tahun itu sebuah bencana besar akan
melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya
menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru".

Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal
dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada
awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka
Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak
bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan
terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat
mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.

Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter
alam semesta "Zhen-Shan-Ren" (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk
memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan
kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang
tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan
ini dapat menyapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi
energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam
semesta.

Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang.
Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para
Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam
semesta secara keseluruhan (Jadi belum bisa diartikan kiamat yang
sebenarnya), mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan
dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik
dan lebih bermoral daripada kita.

maka dari itu kita sebagai mahluk yang beragama dan percaya akan satu kekuatan takterbatas
menjadikan berita ini sebagai pemicu untuk terus dapat memperbaiki diri dengan menyelelaraskan
dengan alam semesta.

03 Juli, 2009

Add Background Music On Facebook Profile

1. Klik menu Application
2. Klik Find More
3. Ketik Profile Playlist pada Search Application lalu tekan Enter.
4. Klik Profile Playlist
5. Lanjutkan dengan Go to Application
6. Dari situ, ketik kata kunci grup band atau musik yang ingin dicari.
7. Akan tampil hasil pencarian, sebelum anda tambahkan ke dalam Playlist, alangkah baiknya jika anda mendengarkan terlebih dahulu lagunya dengan cara meng-klik Play yang terletak di samping lagu.
8. Jika menurut anda lagunya bagus dan cocok, untuk menambahkan ke Playlist, klik tanda plus di samping lagu. Secara otomatis, lagu akan bertambah di sebelah kanan Playlist.
9. Anda juga bisa mengedit judul lagu pada playlist dengan cara mengklik Edit
10. Untuk men-delete lagu, klik tanda silang pada playlist.
11. Klik Save pada playlist
12. Ketik Playlist Name
13. Untuk mendapatkan lagu-lagu tersebut, anda akan diharuskan meregister terlebih dahulu. Namun registrasi ini hanya bersifat satu kali. Untuk itu, anda bisa mengisi beberapa pertanyaan saat register dengan memberitahukan alamat email dan password anda.
14. Jika sudah mengisi semua, klik Register
15. klik Add to Profile
16. Klik Add, untuk memasukkan Playlist ke profile anda.
17. Playlist anda sudah terintegrasi ke dalan facebook pribadi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |