28 November, 2009

12 NEGARA INTERNET TERCEPAT DI DUNIA (Indonesia urutan ke-138)

Tiap tahun jumlah pengguna internet di dunia meningkat pesat dan diiringin dengan perkembangan teknologi yang mendampinginnya (Baca: Daftar Jumlah Pengguna Internet Dunia 1995-2008.) Peningkatan ini terjadi karena internet memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, sains, informasi up to date, relasi (situs jejaring), hingga ekonomi, bisnis, politik dan religi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melaluiInternet atau lebih dikenal e-commerce.

Besarnya pengaruh (sisi positif) internet membuat negara-negara maju berlomba memperbesar infrastruktur, jaringan dan teknologi internet. Bagi pemerintah bersama stakeholder (provider/operator) negara-negara maju, mereka telah memperbesar kecepatan internet hingga angka fantastis bila dibanding dengan negara seperti Indonesia. Adalah negara Korea Selatan yang menjadi negara dengan akses internet tercepat, yang disusul Jepang.

Berikut 12 Negara (Wilayah) dengan kecepatan Internet tertinggi

Rank Negara Kecepatan Akses
1 Korea Selatan 21,71 Mb/s
2 Jepang 16.00 Mb/s
3 Aland Island 15.02 Mb/s
4 Lithuania 13.44 Mb/s
5 Latvia 13.35 Mb/s
6 Swedia 13.26 Mb/s
7 Romania 12.85 Mb/s
8 Belanda 12.32 Mb/s
9 Bulgaria 12.02 Mb/s
10 Republik Moldova 10.00 Mb/s
11 Hong Kong (China) 9.52 Mb/s
12 Slovakia 8.92 Mb/s
– – –
28 Amerika Serikat 5.1 Mb/s (Update)
– – –
138 Indonesia 1.21 Mb/s

Sumber : Speedtest (Update 14 Okt 2009)

Planetary Scientists To Find Out Composition, Structure Of Asteroids

Artikel ini dapat anda lihat di sciencedaily une 1, 2007 — A NASA mission to two asteroids, one formed of lava and the other potentially containing water, will help find clues about the formation of our solar system.

Violent collisions once shook the universe sending rocky fragments, or asteroids, out to a region called the asteroid belt. Now, planetary scientists want to visit to get an up close look at two large asteroids.

Lucy MacFadden, Ph.D., a planetary scientist at the University of Maryland in College Park, Maryland, says, "We're launching a spacecraft to orbit two of the most massive asteroids in the main asteroid belt."

The Dawn mission is the first time a spacecraft will visit Vesta, a small asteroid that's been reshaped by ancient lava flows, and Ceres, the largest known asteroid, that has evidence of water. After the spacecraft launches in June, it reaches Vesta in four years and then Ceres in another three. But you will have a rare chance to see Vesta this month. If you look south, it will be to the right just above Jupiter. Meanwhile, scientists anticipate what they'll find. "To be honest, we really don't know what we will see, but we know we will see unexpected things," Dr. MacFadden says.

Studying asteroids also helps scientists learn more about the how the solar system formed, and uncover the many mysteries of planets. Dr. MacFadden says, "We will learn something about the early stages of planet formation that we cannot learn here on Earth."

The spacecraft's eight year journey will travel more then 3.2 billion miles, a distant learning experience that is worth the trip.

BACKGROUND: NASA is launching a spacecraft to the asteroid Vesta. In a few years, astronomers will be able to see this asteroid not as a small point of light, but as a small body from which the larger planets grew. Vesta could tell astronomers more about the state of the early solar system 4.5 billion years ago.

WHAT ARE ASTEROIDS? Asteroids are not the same as comets. Comets are essentially large, dirty snowballs. They are made of ice and frozen gases, mixed with rocky material and dust, and travel in large oval orbits, sometimes leaving our solar system. In contrast, asteroids are metallic, rocky bodies, without atmospheres, that orbit the Sun, just like planets, but are too small to be considered planets themselves. There are tens of thousands of them gathered into the main asteroid belt, a donut-shaped ring located between the orbits of Mars and Jupiter. Astronomers conclude they are made from primordial rock. Jupiter's strong gravity prevented these small bodies from forming into a planet when the solar system began 4.6 billion years ago.

ABOUT VESTA: Vesta is very different from many other known asteroids -- it's the only one with distinctive light and dark areas. It's much more evenly-colored, like the surface of the Moon. Images show evidence that lava once flowed on its surface, which has a geology resembling Earth or Mars. This means that the asteroid once had a molten interior, which contradicts the previous scientific idea that asteroids are the cold rocky fragments left over from the early days of planet formation. One idea is that Vesta is made up in part of radioactive "shrapnel" from a supernova explosion some four billion years ago, which may have melted the core to cause heavier elements to sink to the center while the lighter rock rose to the surface -- common for terrestrial planets.

DEEP IMPACT: Asteroids and comets have routinely collided with Earth since our planet was formed four billion years ago, although these are rarely catastrophic, because most aren't large enough. The total mass of all the asteroids combined is less than that of the Moon. But occasionally a very large asteroid -- a quarter mile wide or more -- will strike with devastating effects, such as the extinction of the dinosaurs. When an asteroid, or part of it, crashes into Earth, it is called a meteorite. There are currently two programs in the US to actively search for these near-earth objects: NASA's Near Earth Asteroid Tracking program and Spacewatch at the University of Arizona.

27 November, 2009

KOPASUS Adalah Pasukan Khusus Terbaik Ke 3 Di Dunia

Penilaiaanya bukanlah berupa alat - alat yg canggih melainkan penilaiaanya di sesuaikan dengan kemampuan individunya dan inilah hasilnya: posisi pertama di duduki SAS (Inggris), lalu posisi kedua diduduki oleh MOSSAD (ISRAEL), yg menarik ni juragan posisi ketiga diduduki amaKOPASUS (Indonesia). Sejarah KOPASUS
Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dulunya Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), dilatih untuk mengumpulkan data intelijen, berbagai teknik operasi khusus, sabotasi, dan pendaratan lewat udara dan air. Didirikan pada tanggal 16 April 1952, Kopassus dirombak dan dikecilkan jumlahnya di tahun 1985, dan pada tahun 1992 kekuatan Kopassus hanya berjumlah 2.500 orang. Mereka, yang dapat dengan mudah dikenali karena baret merahnya, dibagi dalam dua grup operasi dan satu grup pelatihan.
Pada tahun-tahun akhir di dasawarsa 1990 Kopassus kembali menambah jumlah anggotanya menjadi 6.000 orang. Dengan bermarkas besar di Cijantung, Jakarta Timur, Kopassus berkembang menjadi lima grup, dimana Group IV secara khusus menangani operasi intelijen bersama dengan Satuan Gabungan Intelijen (SGI) Kopassus.
Sekitar tahun 2001, Kopassus merampingkan organisasinya menjadi 5.000 personel dengan pembagian sebagai berikut:
* Group 1 Para Komando (Taktakan, Serang, Banten) - 3 batalyon
* Group 2 Para Komando (Kandang Menjangan, Kartasura, Solo) - 3 batalyon
* Group 3 Sandi Yudha / Intelijen (Cijantung, Jakarta)
* (1) Batalyon Parako (terpisah) (Semplak, Bogor)
* (1) Detasemen Markas Komando (Cijantung, Jakarta)
* (1) Sat-81/Gultor (Cijantung, Jakarta)
Pusat Pendidikan Pasukan Khusus / Pusdikpassus (Batujajar, Bandung)
Kopassus adalah kekuatan elite yang selalu mengutamakan jumlahnya yang sedikit dan kemampuannya untuk melakukan penyerangan secara cepat. Mereka telah terjun dalam berbagai operasi militer di wilayahIndonesia yang keamanannya sedang tidak terjamin. Unit Kopassus terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981. Beberapa anggota Kopassus juga telah mendaki puncak Gunung Everest di tahun 1997.

sniper kopasus


Infantri Kopasus

Tontaipur, satuan khusus dari KOSTRAD





Bataliyon intai amfibi




Detasemen Jala Mengkara


SAT-81 GULTOR
Prepared in biochemical protection suit


Gultor training to combat terrorists



Gultor teams up with german sheperds arriving with helicopter

Gultor taking down terrorists

Gultor troopd in 2003 parade, equipped with the night vision goggles

Gultor troops in Hari Juang Kartika parade, December 2003.

Gultor troops in a 2003 parade with Denjaka troops (purple beret) on the back.

Gultor troops show of force in anti-biochem suits.


Yang jelas kita hrs bangga terhadap bangsa kita ini, setidaknya ada 1 lah yg bisa d banggakan oleh bangsa kita tercinta ini

Begini kali ya kalo Arnold dan Helga dah Remaja

Arnold adalah tokoh fiksi dalam film Hey Arnold! dia suka membantu segala permasalahan yang terjadi di sekitarnya dari mencarikan gigi palsu neneknya hingga mempertahankan kotanya dari pengusuran. ini mungkin lebih lengkapnya 

 

sedangkan Helga adalah wanita tomboy dan sedikit kasar. Walaupun dia selalu berbuat tidak baik kepada Arnold namun dalam dirinya sangat menyukai Arnold. ini profile lebih lengkap dari Helga

Arnold_and_Helga__s_sauna_by_Jose_Ramiro Push_by_jessnumbuh20 Whatever_it_takes_by_jessnumbuh20

Jembatan merupakan struktur yang melintasi sungai, teluk, atau kondisi-kondisi lain berupa rintangan yang berada lebih rendah, sehingga memungkinkan kendaraan, kereta api maupun pejalan kaki melintas dengan lancar dan aman. Jika jembatan berada di atas jalan lalu lintas biasa maka biasanya dinamakan viaduct. Jembatan dapat dikatakan mempunyai fungsi keseimbangan (balancing) sistem transportasi, karena jembatan akan menjadi pengontrol volume dan berat lalu lintas yang dapat dilayani oleh sistem transportasi. Bila lebar jembatan kurang menampung jumlah jalur yang diperlukan oleh lalu lintas, jembatan akan menghambat laju lalu lintas.

Struktur jembatan dapat dibedakan menjadi bagian atas (super struktur) yang terdiri dari deck atau geladak, sistem lantai, dan rangka utama berupa gelagar atau girder, serta bagian bawah (sub struktur) yang terdiri dari pier atau pendukung bagian tengah, kolom, kaki pondasi (footing), tiang pondasi dan abutmen. Super struktur mendukung jarak horisontal di atas permukaan tanah. Tipikal jembatan dapat dilihat pada Gambar 9.1.

9.1. Klasifikasi dan Bentuk Jembatan

Untuk memahami berbagai bentuk struktur jembatan, terlebih dahulu perlu ditinjau tentang klasifikasi jembatan. Klasifikasi jembatan dapat dibagi berdasarkan material super strukturnya, penggunanya, sistem struktur yang digunakan, dan kondisi pendukung. Selain itu juga perlu dipahami desain konseptual jembatan agar dapat menentukan jenis jembatan yang sesuai.

9.1.1. Klasifikasi Jembatan
a) Klasifikasi material superstruktur

Menurut material superstrukturnya jembatan diklasifikasikan atas:

− Jembatan baja

Jembatan yang menggunakan berbagai macam komponen dan sistem struktur baja: deck, girder, rangka batang, pelengkung,

penahan dan penggantung kabel.

− Jembatan beton Jembatan yang beton bertulang dan beton prategang

− Jembatan kayu

Jembatan dengan bahan kayu untuk bentang yang relatif pendek

− Jembatan Metal alloy

Jembatan yang menggunakan bahan metal alloy seperti alluminium

alloy dan stainless steel

− Jembatan komposit

Jembatan dengan bahan komposit komposit fiber dan plastik

− Jembatan batu

Jembatan yang terbuat dari bahan batu; di masa lampau batu merupakan bahan yang umum digunakan untuk jembatan pelengkung.

b) Klasifikasi berdasarkan penggunanya

− Jembatan jalan

Jembatan untuk lalu lintas kendaraan bermotor

− Jembatan kereta api

Jembatan untuk lintasan kereta api

− Jembatan kombinasi

Jembatan yang digunakan sebagai lintasan kendaraan bermotor dan

kereta api

− Jembatan pejalan kaki

Jembatan yang digunakan untuk lalu lintas pejalan kaki

− Jembatan aquaduct

Jembatan untuk menyangga jaringan perpipaan saluran air

c) Klasifikasi berdasarkan sistem struktur yang digunakan

− jembatan I–Girder.

Gelagar utama terdiri dari plat girder atau rolled-I. Penampang I efektif menahan beban tekuk dan geser.

− Jembatan gelagar kotak (box girder)

Gelagar utama terdiri dari satu atau beberapa balok kotak baja fabrikasi dan dibangun dari beton, sehingga mampu menahan lendutan, geser dan torsi secara efektif.

− Jembatan Balok T (T-Beam)

Sejumlah Balok T dari beton bertulang diletakkan bersebelahan untuk mendukung beban hidup

− Jembatan Gelagar Komposit

Plat lantai beton dihubungkan dengan girder atau gelagar baja yang bekerja sama mendukung beban sebagai satu kesatuan balok. Gelagar baja terutama menahan tarik sedangkan plat beton menahan momen lendutan.

− Jembatan gelagar grillage (grillage girder)

Gelagar utama dihubungkan secara melintang dengan balok lantai membentuk pola grid dan akan menyalurkan beban bersama-sama

− Jembatan Dek Othotropic

Dek terdiri dari plat dek baja dan rusuk/rib pengaku

− Jembatan Rangka Batang (Truss)

Elemen-elemen berbentuk batang disusun dengan pola dasar  enerus dalam struktur segitiga kaku. Elemen-elemen tersebut dihubungkan dengan sambungan pada ujungnya. Setiap bagian menahan beban axial juga tekan dan tarik.

Gambar 9.2. menunjukkan Jembatan truss Warren dengan elemen vertikal yang disebut ”through bridge”, plat dek diletakkan melintasi bagian bawah

jembatan

− Jembatan Pelengkung (arch)

Pelengkung merupakan struktur busur vertikal yang mampu menahan beban tegangan axial

− Jembatan Kabel Tarik (Cable stayed)

Gelagar digantung oleh kabel berkekuatan tinggi dari satu atau lebih menara. Desain ini lebih sesuai untuk jembatan jarak panjang

− Jembatan Gantung

Gelagar digantung oleh penggantung vertikal atau mendekati vertikal yang kemudian digantungkan pada kabel penggantung utama yang melewati menara dari tumpuan satu ke tumpuan lainnya. Beban diteruskan melalui gaya tarik kabel. Desain ini sesuai dengan jembatan dengan bentang yang terpanjang.

d) Klasifikasi berdasarkan kondisi pendukung

Gambar 9.3. menunjukkan tiga perbedaan kondisi pendukung untuk gelagar dan gelagar rangka

− Jembatan dengan pendukung sederhana

Gelagar utama atau rangka batang ditopang oleh roll di satu sisi dan sendi di sisi yang lainnya.

− Jembatan dengan pendukung menerus

Gelagar atau rangka batang didukung menerus oleh lebih dari tiga sendi sehingga menjadi sistem struktur yang tidak tetap. Kecenderungan itu lebih ekonomis karena jumlah sambungan sedikit serta tidak memerlukan perawatan. Penurunan pada pendukung sebaiknya dihindari.

− Jembatan gerber (jembatan kantilever)

Jembatan menerus yang dibuat dengan penempatan sendi di antara pendukung.

− Jembatan rangka kaku

Gelagar terhubung secara kaku pada sub struktur

9.1.2. Desain Konseptual

Desain jembatan merupakan sebuah kombinasi kreasi seni, ilmu alam, dan teknologi. Desain konseptual merupakan langkah awal yang harus di ambil perancang untuk mewujudkan dan menggambarkan jembatan untuk menentukan fungsi dasar dan tampilan, sebelum dianalisa secara teoritis dan membuat detail-detail desain. Proses desain termasuk pertimbangan faktor-faktor penting seperti pemilihan sistem jembatan, material, proporsi, dimensi, pondasi, estetika dan lingkungan sekitarnya. Perencanaan jembatan secara prinsip dimaksudkan untuk mendapatkan fungsi tertentu yang optimal. Proyek jembatan diawali dengan perencanaan kondisi yang mendasar. Untuk mendapatkan tujuan yang spesifik, jembatan memiliki beberapa arah yang berbeda-beda; lurus, miring atau tidak simetris, dan melengkung horisontal seperti terlihat pada Gambar 9.4. Jembatan lurus mudah di rencanakan dan dibangun tetapi memerlukan bentang yang panjang. Jembatan miring atau jembatan lengkung umumnya diperlukan untuk jalan raya jalur cepat (expressway) atau jalan kereta api yang memerlukan garis jalan harus tetap lurus atau melengkung ke atas, sering memerlukan desain yang lebih sulit. Lebar jembatan tergantung pada keperluan lalu lintasnya. Untuk jembatan layang, lebarnya ditentukan oleh lebar jalur lalu lintas dan lebar jalur pejalan kaki, dan seringkali disamakan dengan lebar jalannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |