31 Januari, 2009

Titik Berat

Kalo mw belajar mekanika pasti ketemu ama titik berat

neh seputar bahasan tentang titik berat



Keseimbangan Benda Tegar : Titik Berat

Telah dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.

Benda akan seimbang jika pas diletakkan di titik beratnya

Benda akan seimbang jika pas diletakkan di titik beratnya

Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.

Mari kita tinjau suatu benda tegar, misalnya tongkat pemukul kasti, kemudian kita lempar sambil sedikit berputar. Kalau kita perhatikan secara aeksama, gerakan tongkat pemukul tadi dapat kita gambarkan seperti membentuk suatu lintasan dari gerak translasi yang sedang dijalani dimana pada kasus ini lintasannya berbentuk parabola. Tongkat ini memang berputar pada porosnya, yaitu tepat di titik beratnya. Dan, secara keseluruhan benda bergerak dalam lintasan parabola. Lintasan ini merupakan lintasan dari posisi titik berat benda tersebut.

Demikian halnya seorang peloncat indah yang sedang terjun ke kolam renang. Dia melakukan gerak berputar saat terjun. sebagaimana tongkat pada contoh di atas, peloncat indah itu juga menjalani gerak parabola yang bisa dilihat dari lintasan titik beratnya. Perhatikan gambar berikut ini.

seorang yang meloncat ke air dengan berputar

Jadi, lintasan gerak translasi dari benda tegar dapat ditinjau sebagai lintasan dari letak titik berat benda tersebut. Dari peristiwa ini tampak bahwa peranan titik berat begitu penting dalam menggambarkan gerak benda tegar.

Cara untuk mengetahui letak titik berat suatu benda tegar akan menjadi mudah untuk benda-benda yang memiliki simetri tertentu, misalnya segitiga, kubus, balok, bujur sangkar, bola dan lain-lain. Yaitu d sama dengan letak sumbu simetrinya. Hal ini jelas terlihat pada contoh diatas bahwa letak titik berat sama dengan sumbu rotasi yang tidak lain adalah sumbu simetrinya.


Di sisi lain untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan perhitungan. Perhitungan didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik. dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi, namun untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat massa harus dibedakan.

20 November, 2008

Islamnya Bilal Bin Rabah Al Habsyi R.A.

Islamnya Bilal Bin Rabah Al Habsyi R.A. Dan Penderitaannya

Bilal Bin Rabah r.a Adalah Sahabat Nabi saw. yang sangat terkenal. Dia adalah seorang mu’adzin (juru adzan) di mesjid Nabawi. Sebelumnya ia adalah seorang hamba sahaya dari seorang kafir Quraisy, kemudian dia mendapatkan hidayah dari ALLAH swt. untuk memeluk agama yang sangat sempurna yaitu agama Islam. Keislaman dari seorang Bilal r.a. telah menyebabkan dia mengalami banyak penderitaan dan kesengsaraan yang teramat sakit akibat dari perlakuan orang-orang kafir Quraisy. Umayah bin Khalaf adalah seorang kafir yang sangat keras memusuhi orang islam pada zaman itu, dia telah membaringkan Bilal r.a. dia atas padang pasir yang sangat panas ketika matahari sedang terik sambil menindih Bilal dengan batu yang besar di atas dadanya, sehingga Bilal r.a. tidak bisa menggerakan seluruh badannya sedikit pun. ”Apakah kamu bersedia mati dalam seperti ini? Ataukah kamu mau terus hidup, teatpi dengan syarat kamu harus harus meniggalkan agama Islam?” Walaupun Bilal r.a. di tekan dan di siksa seperti ittu, namun dia terus mengatakan, “Ahad! Ahad!” (yang maksudya ALLAH Maha Esa)

Pada malam harinya, Bilal r.a. diikat dengan rantai, kemudian di cambuk terus menerus yang memyembakan tubuh Bilal r.a. penuh dengan luka-luka. Pada siang harinya, Dia dibaringkan kembali di atas pasir yang sangat panas. Tuannya berharap Bilal r.a. kan mati dalm keadaan seperti itu. Orang kafir yang menyiksa Bilal r.a. silih berganti tiada henti, suatu kali Abu Jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin Khalaf, Bahkan orang kafir Quraisy lainnya ikut menyiksanya. Mereka berusaha sekuat tenaga mereka untuk menyiksa Bilal r.a., dengan tujuan agar Bilal r.a. meninggalkan agama Islam, tetapi sebaliknya semakin penyiksaan itu dantang Bilal r.a. semakin kuat memeluk agama Islam yang sempurna itu. Dan ketika Abu Bakar r.a. melihat penderitaan yang dialami Bilal r.a., beliau segera membeli Bilal r.a. dari kafir Quraisy dengan harga yang sangat mahal dan membebaskannya.

Hikmah dari kisah di atas:

Orang Arab jahiliyah, ketika itu menyembah berhala. Karena itulah, Islam yang mengajarkan ketauhidan itu mengubah keyakinan mereka, yaitu hanya menyembah ALLAH swt.. inilah yang menyebabkan Bilal r.a. mengucapkan “Ahad! Ahad!” Hal ini disebabkan keyakinan yang sangat kuat. Sekarang, seberapa kuat keimanan dan kecintaan kita kepada ALLAH swt.? Jangankan untuk disiksa seperti itu dengan ketakutan kita kepada kemiskinan saja, kita mampu menggadaikan bahkan menjual keyakinan dan keimanan kita kepada ALLAH swt. naudzubillah minzalik.

Inilah contoh dari kehidupan yan gpernah dialami dari Bilal r.a.. Sebelum Rasululloh saw. wafat, dia bertugas sebagai juru adzan di mesjid Nabawi. Setelah Rasululloh saw. wafat, pada mulanya ia tetap tinggal di Madinah Thayyibah. Tetapi karena tidak kuat menahan kesedihan setiap kali melewati makam Rasululloh saw., akhirnya dia meninggalkan Madinah dan pergi bersam pasukan jihad fi sabilillah. Sampai beberapa waktu lamanya dia tidak kembali ke Madiah.

Pada suatu hari, dia bermimpi bertemu Rasululloh saw. Dalam mimpinya itu Nabi saw. bersabda kepadanya, “Wahai Bilal, apa menghalangi sehingga engkau tidak pernah berziarah ke makamku ?” Setelah bangun dari tidurnya, Bilal r.a. pun segera pergi ke Madinah. Setibanya di Madinah, Hasan dan Husain r.a. meminta Bilal r.a. untuk mengumandangkan adzan. Dia tidak bisa menolak permintaan dari orang-oran gyang dicintainya itu. Ketika dia mulai adzan, maka terdengarlah suara adzan seperti zaman Rasululloh saw. Hal itu sangat menyentuh perasaan dari hati penduduk Madainah, sehingga kaum wanita pun keluar dari rumah mereka masing-masing sambil menangis untuk mendengarkan suara adzan dari Bilal r.a., setelah beberapa hari lamanya Bilal r.a. tinggal di Madinah, akhirnya dia meninggalkan kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana tahun Kedua puluh Hijriyah. (Asabul Ghabah)

15 November, 2008

imageSetiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.

Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.

Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, "Sahabatku, engkau tadi belum shalat!"

Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat "gaya" shalat seperti itu.

Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, "Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat."

Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.

Namun seperti "biasanya", Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!"

"Sahabatku," kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma'ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu."

Kisah dari Mahmud bin Rabi' Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar "benar" gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.

Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap "tidak shalat" orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).

Hikmah gerakan shalat
Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek "olah rohani" yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau "jalinan komunikasi" antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).

imageDalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah."

Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.

Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.

"Rukuklah dengan tenang (tumaninah)." Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa'ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.

"Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak." Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

"Selepas itu, sujudlah dengan tenang." Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

"Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang." Apa maknanya? Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Wallaahu a'lam. (RioL )

sumber: swaramuslim.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |