11 Oktober, 2009

Ternyata kakek moyang kita sudah tahu teknologi tahan gempa

Gempa yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia ini membuat seluruh dunia bersedih, yang berkekuatan 7,3 skala Richter pada 2 September 2009 yang berpusat di laut selatan Tasikmalaya membuat Pulau Jawa bergetar lalu disusul tanggal 31 september 2009 di padang dengan 7,6 skala Richter. Banyak korban yang berjatuhan dan sebagian besar dikarenakan tertiban reruntuhan bangunan, sehingga seperti biasa para ahli struktur yang menjadi sorotan. Apakah bangunan itu telah masuk standar bangunan yang aman?

Namun ada sebuah keajaiban yang terjadi di Kampung Naga yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat . Rumah-rumah di kampung Naga tersebut masih berdiri dengna kokohnya seakan-akan ingin menunjukan kepada bangsa ini, "ini adalah kearifan lokal yang patut dibanggakan".Di kampung ini tidak ada internet untuk mendapatkan informasi bahkan listrikpun belum masuk namun dapat bertahan di waktu gempa yang sedangkan di tempat lain luluh lantak.




Fenomena seperti ini menurut Karl Popper dan EH Gombrich berupa teori deterministik yang disebut dengan logika situasi yaitu bahwa manusia dibatasi oleh waktu, tempat, dan kondisi, yang meskipun demikian masih memiliki derajat kebebasan untuk mencapai tujuan alternatif. Umumnya, faktor alam, seperti iklim dan geografi-termasuk adanya gempa bumi-sangat relevan dalam pengembangan desain bangunan (John A Walker: 1989). Padahal kalo sekarang untuk membuat bangunan tahan gempa setidaknya mengunakan software komputer seperti : SAP 2000. hehehe

Konsep bangunan tahan gempa :

Konsep bangunan tahan gempa adalah bangunan yang diupayakan agar bisa selalu dalam keadaan utuh / satu kesatuaan walaupun di berikan gaya/gempa yang telah direncanakan. yah seperti hukum elastisitas lah. hehehe. usaha yang di lakukan seperti penerapan sambungan-sambungan yang kuat terhadap gaya geser.

Seperti jenis-jenis bangunan tahan gempa berikut

1. STRUKTUR JENIS A

Adalah portal-portal beton bertulang dengan tembok sebagai panel-panel pengisi yang direncanakan untuk ikut menahan beban gempa melalui aksi composit, struktur ini juga mengandung tembok-tembok yang terbuat dari mutu bahan yang lebih rendah yang tidak diperhitungkan sebagai unsur penahan beban lateral, tembok penahan beban lateral direncanakan untuk menahan beban gempa secara elastic pada waktu terjadi gempa, akan tetapi akan rusak berat saat terjadi gempa yang sangat kuat, tetapi dengan dipasangnnya kolom-kolom praktis dan tulangan jangkar secukupnya kedalam semua tembok, maka pada peristiwa keruntuhan tembok secara tak terkendali akibat beban geser dapat di cegah, sehingga ancaman jiwa bagi para penguhuni gedung dapat dibatasi, dalam hal ini beban gempa hanya dipikul oleh portal-portal.

2. STRUKTUR JENIS B

Adalah portal-portal beton bertulang dengan tembok pengisi walaupun tidak dipisahkan dari portal, tetapi tidak dianggap ikut berperan dalam menahan beban gempa, tetapi mempengaruhi perilaku struktur terhadap gempa.

Portal-portal yang direncanakan untuk menahan seluruh beban gempa dan beban gravitasi, di beri pendetailan yang memungkinkan struktur tersebut berperilaku secara daktail. Hal ini membatasi peluang bagi struktur untuk runtuh pada gempa-gempa yang kuat.

Tinggi Stuktur Jenis B tidak boleh melampaui 7 tingkat atau 25 meter dengan penempatan tembok-tembok yang simetris

3. STRUKTUR JENIS D

Adalah portal-portal beton bertulang, dimana tembok-tembok dan panel-panel pengisi kaku lainnya dipisahkan secara nyata dari strukturnya untuk mencegah agar tidak terjadi perubahan perilaku struktur terhadap gempa.

Portal-portal direncanakan sedemikian rupa,sehingga apabila mengalami beban gempa yang melampaui taraf beban gempa rencana menurut peraturan, pelelehan akan terjadi sebagian pada balok-balok , perilaku demikian menjamin terjadinya pemencaran energi gempa.

Nenek moyang terdahulu telah mengetahui prinsip seperti itu maka jika kita lihat bangunan tradisional yang masih berdiri kokoh walaupun digoyang gempa memiliki karakteristik tertentu seperti

Pondasi
Seperti Pondasi yang digunakan pada rumah kampung Naga terbuat dari kayu yang ditempelkan pada kaki-kaki yang terbuat dari batu. Sedangan rumah terbuat dari bambu dan beratap ijuk. sehingga pada saat terjadinya gempa rumah akan menerima gaya yang merata.

Dinding
Dinding yang digunakan adalah dengan material kayu dan bambu yang menjadikan rumah ini menjadi ringan dan lentur.

Atap
Atap yang di gunakan masyarakat Kampung Naga pun tidak dengan genting melainkan seperti ijuk yang ringan namun sesuai dengan fungsinya.

Mungkin kita sebaiknya banyak belajar dengan hasil karya nenek moyang kita karena nenek moyang kita pun telah mewaspadai bencana-bencana yang akan terjadi dan bukan untuk dilupakan karena terkadang pengalaman dan teori harus saling seimbang agar mendapatkan hal yang ingin kita capai.

Sebenernya juga belom dapet mata kuliah tentang bangunan tahan gempa jadi kalo ada yang salah koreksi ya. hehehe.

Source :
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/30/11201185/.Gempa.dan.Rumah.Tradisional.Sunda
http://strukturrumah.com/prinsip-dasar-membuat-rumah-tahan-gempa/
http://www.unhabitat-indonesia.org/files/cli-91.pdf

www.amiboyz.co.cc

09 Oktober, 2009

Jembatan Indah Buatan Alam

Jembatan merupakan sebuah konstruksi yang vital bagi perekonomian Indonesia , karena sebagaimana fungsi jembatan adalah sebagai penghubung jalur darat terpisah oleh suatu rintangan seperti : sungai, lembah, jurang, atau keadaaan alam lainnya yang dapat menghambat perekonimian suatu daerah. Di Indonesia sendiri panjang jembatan sekitar 1% dai panjang jalan yang ada, namun jembatan ini menjadi sangat penting “Meskipun pendek namun nilai investasinya tinggi dan
bila terputus akan memberikan hambatan yang tinggi”, menurut Bapak DR. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc selaku Direktur Jenderal Bina Marga, Dep.PU. Tercatat pula jembatan di indonesia yang terbentang tidak kurang 89.000 buah
jembatan atau ekivalen panjang kurang lebih 1.050 km baik permanen maupun yang
masih bersifat lintasan-basah (wet-crossing).

oke sekarang balik lagi judulnya yaitu di temukan jembatan-jembatan yang terbntang hasil karya alam ini adalah gambar-gambarnya.

1. Jembatan akar, India

Tumbuh dari akar-akar pohon karet, orang-orang Khasis di Cherrapunjee menggunakan batang pohon pinang, membelahnya dan mengeluarkan isinya untuk membuat apa yang disebut "penunjuk akar". Saat dibentangkan dan mencapai sisi pinggir sungai lainnya, mereka mulai menyatukannya dengan akar-akar dari tanah. Dengan berjalannya waktu, jembatan yang kokoh dan hidup mulai terbentuk.





Jembatan ini cukup unik karena memiliki 2 jalur, jalur atas dan jalur bawah


Gambar di atas merupakan gambar jembatan untuk melewati sungai Iya, Jepang . Jembatan ini digunakan dahulu oleh para perampok, ksatria, atau pengungsi . Bandingkan dengan jembatan Golden Gate Bridge di bawah ini. heheh



teknik persambungan yang digunakan oleh orang jempang tedahulu hanya dengang lilitan-lilitan ranting pohon yang hidup.

Aduh teknik persambungan diatas belom belajar lagi jd ga tahu. heheeh .


www.amiboyz.co.cc

06 Oktober, 2009

Melihat kerusakan Pasca bencana Padang melalui udara

saya sangat berduka atas terjadi sebuah bencana yang menimpa tanah air yang saya cintai dan saya sayangi ini, semoga kepada para korban bencana ini dapat kuat secara batin dan fisik, sehingga dapat menggambil sebuah kemenangan besar di balik bencana ini , kali ini saya akan menyajikan sebuah hasil udara yang mengidentifikasikan kerusakan dari The “Center for Satellite Based Crisis Information” (ZKI) Jerman yaitu gambar di bawah ini


Peta-peta tematik tersebut juga telah menjadi salah satu acuan tim dari Inisiatif RSGISForum untuk bencana Sumatera Barat. Gambar diatas adalah satu produk hasil peta yang dirilis oleh ZKI. Tampak warna kuning adalah adalah bangunan yang berpotensi rusak dilihat dari image satelit, warna merah adalah bangunan yang berpotensi rusak dilihat dari stukturnya, sementara warna hitam adalah bangunan rusak seperti yang dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (lihat gambar legend dibawah ini).

source : http://inigis.info/blog/peta-kerusakan-kota-padang-setelah-gempa/
www.amiboyz.com

03 Oktober, 2009

Ayat-Ayat Allah Swt dan Gempa Sumatera

Cobaan atau musibah yang terjadi walaupun hanya menginjak duri bisa berarti sebagai jalan meningkatkan kualitas diri kita sebagai manusia dalam menjalani perjalanan singkat di muka bumi ini, atau ada dosa yang mau dibersihkan dengan musibah dan cobaan yang kita alami.

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi.

Hanya berselang sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat / SMS — yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.
Demikian ayat-ayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti ?

Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya ?


Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw ? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab.

source : eramuslim

30 September, 2009

Daftar dari jenis-jenis Phobia

Kakak : adik ayo belajar kalo ngga ntar dikasih kecoa nih (seraya memperlihatkan kecoa di tangannya)
Adik : aaaahhhhhhhhh iya-iya aku belajar tapi jangan dikasih kecoa (sambil menagis terisak-isak)

kalo kita pikir apa seh yang bisa dilakukan si kecoa itu, beracun tidak, mengigit juga tidak, besarnya pun lebih kecil berkali-kali lipat dibandingkan dengan manusia. namun dapat membuat orang tertentu lari terbirit-birit sambil teriak ketakuatan. mungkin banyak orang yang bilang kalo fenomena itu dinamakan phobia. Lalu apa sih phobia itu?

sebelum mendapatkan arti phobia itu mungkin sebaiknya kita lebih tahu dasar dari phobia yaitu rasa takut.

Secara Alamiah setiap manusia memiliki rasa takut dalam diri, Dimana perasaan ini adalah merupakan emosi yang terjadi pada saat mendapatkan dirinya dalam bahaya atau terancam. Mungkin bagi sebagian orang yang mengalami ketakutan akan mengalami rasa nyeri pada perut, telapak tangan berkeringat, jantung berdenyut kencang, malas bergerak, gagap bicara, pikiran tidak fokus dan lain sebagainya. Besar dan kecilnya rasa takut biasanya di pengaruhi dari besar kecilnya tingkat bahaya yang sedang kita hadapi , contohnya seseorang biasanya lebih takut bertemu ular berbisa dibandingkan bertemu dengan kucing rumahan. karena menurutnya ular berbisa bisa saja membunuh dirinya sedangakan kucing rumahan tidak mungkin melukai diriya.

Namun ada beberapa orang yang memiliki perasaan takut tetapi tidak sebanding dengan tingkat bahaya yang dia hadapi seperti seseorang yang lari terbirit-birit ketika melihat ayam atau bisa orang tersebut Alektorophobia (phobia terhadap ayam).

Ada beberapa penyebab orang yang mengalami phobia seperti Peristiwa traumatis di masa kecil, faktor biologis, atau terjadi kelainan terhadap otaknya.

Ini adalah daftar-daftar Phobia dan artinya


A
Ablutophobia : Takut mencuci; Takut mandi
Acarophobia : Takut yang menimbulkan rasa gatal seperti takut pada serangga
karena menyebabkan dapat menimbulkan rasa gatal.
Acerophobia : Takut pada asam/zat asam/makanan yang mengandung asam.
Achluophobia : Takut kegelapan.
Acousticophobia : Takut pada suara gaduh/berisik.
Aerophobia : Takut pada udara ; karena menganggap udara bisa menelan diri
kita.
Aeroacrophobia : Takut pada tempat tinggi dan terbuka.
Aeronausiphobia : Takut mabuk udara.
Agateophobia : Takut terserang penyakit gila.
Agliophobia : Takut pada rasa sakit.
Agraphobia : Takut pada penyimpangan seksual.
Agrizoophobia : Takut binatang buas.
Agyrophobia : Takut pada jalan; takut tersesat
Aichmophobia : Takut pada jarum, biasanya jarum suntik.
Ailurophobia : Takut pada kucing.
Albuminurophobia : Takut penyakit ginjal.
Alektorophobia : Takut pada ayam.
Algophobia : Takut sakit.
Alliumphobia : Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia : Takut pada pendapat diri sendiri atau orang lain.
Altophobia : Takut pada kehormatan.
Amathophobia : Takut pada debu.
Amaxophobia : Takut naik kendaraan, biasanya kereta atau mobil
Ambulophobia : Takut dalam berjalan.
Amnesiphobia : Takut hilang ingatan.
Amychophobia : Takut pada sesuatu yang sedang digaruk (yang menimbulkan
deritan).
Anablephobia : Takut memandang.
Ancraophobia : Takut pada angin (Anemophobia)
Androphobia : Takut pada manusia [laki-laki].
Anginophobia : Takut tercekik atau kesempitan.
Phobi Inggris : Takut bahasa Inggris atau Inggris Kultur, dll.
Angrophobia : Takut pada kemarahan atau saat menjadi marah.
Ankylophobia : Takut putusnya suatu sambungan.
Anthrophobia : Takut pada bunga (Anthophobia).
Anthropophobia : Takut pada masyarakat atau orang-orang.
Antlophobia : Takut pada banjir.
Apeirophobia : Takut ketidak-terbatasan.
Apiphobia : Takut pada lebah.
Apotemnophobia : Takut para orang pemotongan; misalnya tukang jagal.
Arachnephobia : Takut pada laba-laba (Arachnophobia).
Arithmophobia : Takut pada angka-angka.
Arsonphobia : Takut pada api.
Asthenophobia : Takut pingsan atau keletihan.
Astraphobia : Takut pada guntur dan pencahayaan. (Astrapophobia,
Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia : Takut pada bintang.
Ataxiophobia : Takut kehilangan keseimbangan.
Ataxophobia : Takut kekacauan.
Atelophobia : Takut cacat/ketidak sempurnaan.
Atephobia : Takut reruntuhan.
Athazagoraphobia : Takut diabaikan atau melupakan.
Atomosophobia : Takut pada ledakan.
Atychiphobia : Takut gagal.
Aulophobia : Takut pada flute/terompet/peluit.
Aurophobia : Takut pada emas.
Autodysomophobia : Takut pada sesuatu yang bau, busuk, hina.
Automysophobia : Takut menjadi kotor.
Autophobia : Takut menjadi sendiri sendiri atau dirinya.

B
Bacillophobia : Takut pada mikroba.
Bacteriophobia : Takut pada bakteri.
Ballistophobia : Takut pada peluru atau proyektil.
Bolshephobia : Takut pada Bolsheviks.
Barophobia : Takut pada berat
Basophobia : Ketidak-Mampuan untuk berdiri, takut berjalan atau jatuh.
Bathmophobia : Takut pada tangga atau sesuatu yang curam.
Bathophobia : Takut kedalaman.
Batrachophobia : Takut pada binatang ampibi, seperti kodok, kadal, kadal.
Belonephobia : Takut pada penderitaan. (Aichmophobia)
Bibliophobia : Takut pada buku.
Blennophobia : Takut pada lumpur.
Bogyphobia : Takut pada hantu.
Botanophobia : Takut pada tumbuhan.
Bromidrosiphobia : Takut pada bau badan (Bromidrophobia).
Brontophobia : Takut pada kilat dan guntur.
Bufonophobia : Takut pada katak.

C
Cacophobia : Takut pada kejelekan.
Cainophobia : Takut pada corak baru, hal-hal baru (Cainotophobia).
Carnophobia : Takut pada daging.
Catagelophobia : Takut pada sesuatu yang sedang ditertawakan.
Catapedaphobia : Takut lompat dari tempat tinggi dan rendah.
Cathisophobia : Takut duduk.
Catoptrophobia : Takut pada cermin.
Chaetophobia : Takut rambut.
Chemophobia : Takut pada bahan-kimia.
Cherophobia : Takut kegirangan.
Chionophobia : Takut pada salju.
Chiraptophobia : Takut pada sesuatu yang sedang disentuh.
Chirophobia : Takut pada tangan.
Cholerophobia : Takut kemarahan atau takut akan kolera.
Chorophobia : Takut dalam menari.
Chrometophobia : Takut pada uang (Chrematophobia).
Chromophobia : Takut pada warna (Chromatophobia).
Chronophobia : Takut pada waktu.
Chronomentrophobia : Takut pada jam.

D
Decidophobia : Takut bagaimana membuat keputusan.
Defecaloesiophobia : Takut pada isi perut yang bergerak menyakitkan.
Deipnophobia : Takut pada makan malam atau percakapan makan malam.
Dementophobia : Takut penyakit gila.
Demonophobia : Takut setan (Daemonophobia).
Demophobia : Takut pada kerumunan. ( Takut ruang terbuka)
Dendrophobia : Takut pada pohon.
Dentophobia : Takut pada dokter gigi.
Dermatophobia : Takut pada luka kulit.
Dermatosiophobia : Takut penyakit kulit
Dextrophobia : Takut object yang berada di kanan dari badan.
Diabetophobia : Takut kencing manis.
Didaskaleinophobia : Takut akan ke sekolah.
Dikephobia : Takut pada keadilan.

E
Ecclesiophobia : Takut pada gereja.
Ecophobia : Takut rumah.
Eisoptrophobia : Takut melihat dirinya dalam cermin.
Electrophobia : Takut listrik.
Eleutherophobia : Takut kebebasan.
Elurophobia : Takut kucing (Ailurophobia).
Emetophobia : Takut dalam memuntahkan.
Enetophobia : Takut pada peniti/lencana.
Enochlophobia : Takut kerumunan.
Enosiophobia : Takut dalam melakukan suatu dosa tak dapat diampuni
Entomophobia : Takut pada serangga.
Eosophobia : Takut pada hari terang atau dinihari.

F
Febriphobia : Takut terserang demam (Fibriphobia/Fibriophobia).
Felinophobia : Takut pada kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia,
Gatophobia)
Francophobia : Takut Perancis atau budaya Perancis (Gallophobia, Galiophobia)

G
Galeophobia : Takut kucing (Gatophobia).
Gamophobia : Takut perkawinan.
Geliophobia : Takut tertawa.
Geniophobia : Takut dagu.
Genophobia : Takut jenis kelamin.
Genuphobia : Takut lutut.
Germanophobia : Takut pada Negara Jerman atau kultur Jerman.

H
Hadephobia : Takut neraka.
Hagiophobia : Takut orang suci atau hal-hal suci.
Hamartophobia : Takut perbuatan dosa.
Haphephobia : Takut pada sesuatu yang sedang disentuh (Haptephobia).
Harpaxophobia : Takut sedang dirampok.
Hedonophobia : Takut pada perasaan senang.
Heliophobia : Takut menyangkut matahari.
Hellenologophobia : Takut Terminologi Yunani atau istilah ilmiah kompleks.
Helminthophobia : Takut sesuatu yang dikerumuni/dipenuhi dengan cacing.
Hemophobia : Takut pada darah (Hemaphobia/Hematophobia).
Heresyphobia : Takut pada penyimpangan radikal.
Herpetophobia : Takut pada binatang melata atau mengelikan.
Heterophobia : Takut menyangkut lawan jenis (Sexophobia).

I
Iatrophobia : Takut akan ke dokter atau Takut pada dokter.
Ichthyophobia : Takut pada ikan.
Ideophobia : Ketakutan pada gagasan.
Illyngophobia : Takut rasa pusing atau merasa pusing.
Iophobia : Takut pada racun.
Insectophobia : Takut pada serangga.
Isolophobia : Ketakutan kesunyian, menjadi sendiri.
Isopterophobia : Ketakutan anai-anai, serangga yang makan kayu.
Ithyphallophobia : Ketakutan melihat, berpikir tentang atau mempunyai penis lurus.

J
Japanophobia : Takut Jepang.
Judeophobia : Takut Yahudi.

K
Kakorrhaphiophobia : Takut gagal atau kekalahan.
Katagelophobia : Takut ejekan.
Kathisophobia : Takut dalam duduk.
Kenophobia : Takut kekosongan atau ruang yang kosong.
Kinetophobia : Takut pergerakan atau gerakan (Kinesophobia).
Kleptophobia : Takut pencurian.
Koinoniphobia : Takut ruang.
Kolpophobia : Takut pada alat kelamin, terutama pada wanita.
Kopophobia : Takut kelelahan.
Koniophobia : Takut debu (Amathophobia).
Kymophobia : Takut pada ombak (Cymophobia).

L
Lachanophobia : Takut sayur-mayur.
Laliophobia : Takut pidato.
Leprophobia : Takut mengidap lepra (Lepraphobia).
Leukophobia : Takut yang menyangkut warna putih.
Levophobia : Takut pada sesuatu yang ada di sisi sebelah kiri badan.
Ligyrophobia : Takut terhadap suara yang gaduh dan nyaring.
Lilapsophobia : Takut angin topan dan angin topan.
Limnophobia : Takut danau.
Linonophobia : Takut dawai.
Liticaphobia : Takut penuntutan perkara.
Lockiophobia : Takut kelahiran bayi.

M
Macrophobia : Takut merindukan masa penantian.
Mageirocophobia : Takut masakan.
Maieusiophobia : Takut kelahiran bayi.
Malaxophobia : Takut main cinta (Sarmassophobia).
Maniaphobia : Takut penyakit gila.
Mastigophobia : Takut pada hukuman.
Mechanophobia : Takut pada mesin.
Medomalacuphobia : Takut gagal/kehilangan suatu pendirian.
Medorthophobia : Takut jika penis lurus.
Megalophobia : Takut tentang hal-hal besar.
Melissophobia : Takut lebah.
Melanophobia : Takut yang menyangkut warna hitam.
Melophobia : Kebencian atau Takut pada musik.

N
Nebulaphobia : Takut kabut. ( Homichlophobia)
Necrophobia : Takut kematian atau hal-hal yang menyangkut mati.
Nelophobia : Takut gelas/kaca.
Neopharmaphobia : Takut obat/racun.
Neophobia : Takut terhadap apapun yang baru.
Nephophobia : Takut pada awan.
Noctiphobia : Takut pada suatu malam.
Nomatophobia : Takut pada suatu nama.
Nosocomephobia : Takut rumah sakit.
Nosophobia : Takut terserang penyakit (Nosemaphobia).
Nostophobia : Takut pulang ke rumah.

O
Obesophobia : Takut bertambah berat badan.(Pocrescophobia)
Ochlophobia : Takut pada kerumunan atau rakyat banyak.
Ochophobia : Takut pada sarana (angkut).
Octophobia : Takut yang menyangkut angka 8.
Odontophobia : Takut gigi atau perawatan mengenai gigi.
Odynophobia : Takut sakit. ( Algophobia)
Oenophobia : Takut anggur.
Oikophobia : Takut lingkungan rumah.
Olfactophobia : Takut bau.
Ombrophobia : Takut hujan atau yang sedang dihujani.
Ommetaphobia : Takut mata (Ommatophobia).

P
Pagophobia : Takut es atau beku.
Panthophobia : Takut dalam menderita suatu penyakit.
Panophobia : Takut pada segalanya (Pantophobia).
Papaphobia : Takut yang berhubungan dengan Sri Paus.
Papyrophobia : Takut pada kertas.
Paralipophobia : Takut tanggung jawab atau tugas.
Paraphobia : Takut pada perbuatan seksual.
Parasitophobia : Takut pada benalu.
Paraskavedekatriaphobia : Takut pada hari Jumat atau hari yang berkaitan dengan angka 13.
Parthenophobia : Takut pada seorang perawan atau perempuan muda.
Pathophobia : Takut pada penyakit.
Patroiophobia : Takut pada keturunan.

R
Radiophobia : Takut radiasi, sinar-rontgen.
Ranidaphobia : Takut kodok.
Rectophobia : Takut dubur atau penyakit berkenaan dengan dubur.
Rhabdophobia : Takut dihukum atau dipukul oleh suatu benda.
Rhypophobia : Takut buang air besar.
Rhytiphobia : Takut pada kerutan.
Rupophobia : Takut kotoran.
Russophobia : Takut pada sesuatu tentang Rusia.

S
Samhainophobia : Takut Halloween.
Sarmassophobia : Takut bermain cinta. ( Malaxophobia)
Satanophobia : Takut Setan.
Scabiophobia : Takut kudis.
Scelerophibia : Takut pada manusia [laki-laki] tidak baik, pencuri.
Sciophobia Sciaphobia : Takut bayang-bayang.
Scoleciphobia : Takut pada cacing.
Scolionophobia : Takut sekolah.
Scopophobia atau Scoptophobia : Takut yang sedang dilihat atau terbelalak melihat.
Scotomaphobia : Takut kebutaan di (dalam) bidang visuil.
Scotophobia : Takut kegelapan. ( Achluophobia)
Scriptophobia : Takut memberikan suara dg tertulis pada publik.
Selachophobia : Takut ikan hiu.
Selaphobia : Takut pada cahaya atau kilat.
Seplophobia : Takut pada sesuatu yang membusuk.
Sesquipedalophobia : Takut merindukan kata-kata.
Sexophobia : Ketakutan pada lawan jenis ( Heterophobia)
Siderodromophobia : Takut pada kereta, jawatan kereta api.
Siderophobia : Takut bintang.

T
Tachophobia : Takut pada kecepatan.
Taeniophobia atau Teniophobia : Takut pada cacing pita.
Taphephobia : Takut sesuatu yang dikuburkan atau kuburan.
Tapinophobia : Takut menjadi menular.
Taurophobia : Takut banteng atau terkena banteng.
Technophobia : Ketakutan pada teknologi.
Teleophobia : Takut pada Upacara religius.
Telephonophobia : Takut pada telepon.
Teratophobia : Takut pada raksasa yang mengubah bentuk orang-orang.
Testophobia : Takut pada test pengambilan.
Tetanophobia : Takut akan kejang mulut, tetanus.
Teutophobia : Takut terhadap hal-hal yang berbauJerman.
Textophobia : Takut terhadap pabrik tertentu.
Thaasophobia : Takut duduk.
Thalassophobia : Takut hal-hal yang menyangkut lautan.
Thanatophobia : Takut pada kematian atau sekarat (Thantophobia).

U
Uranophobia : Takut pada surga (Ouranophobia).
Urophobia : Takut pada air seni atau buang air kecil.

V
Vaccinophobia : Takut pada vaksinasi.
Venustraphobia : Takut pada keindahan wanita.
Verbophobia : Takut pada kata-kata.
Verminophobia : Takut pada benih/kuman.
Vestiphobia : Takut pada pakaian.
Virginitiphobia : Takut terhadap perkosaan.
Vitricophobia : Takut pada ayah tiri.

W
Walloonphobia : Takut yang menyangkut Walloons.
Wiccaphobia : Takut pada tukang sihir wanita.

X
Xanthophobia : Takut pada warna menguning atau kata-kata kuning.
Xenoglossophobia : Takut tentng sesuatu yang asing. Benda asing, orang asing.
Xerophobia : Takut kekeringan.
Xyrophobia : Takut pada pisau cukur.

Z
Zelophobia : Takut pada kecemburuan.
Zeusophobia : Takut pada dewa atau Tuhan.
Zoophobia : Takut pada binatang

Mohon koreksi jika terdapat kesalahan dan tambahkan jika ada yang kurang data ini saya dapat dari
http://duniapsikologi.dagdigdug.com

www.amiboyz.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |