27 Mei, 2009

Top Five Blogger of The Week UG ICTAWARD 2009

Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT karena blog ini dapat tempat didalam Top Five Blogger of The Week Pada minggu ke 2 penilaian UG ICT Award . walaupun dapat tempat di peringakat 5, saya sangat senang. Selain itu saya juga tidak menyangka blog ini dapat tempat disitu karena saya juga termasuk pemula dalam dunia blog. Dan bagi saya ini adalah sebuah dorongan yang sangat membuat saya semakin bergairah untuk memposting hal-hal yang bermanfaat di bidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu tentang teknik sipil jurusan yang saya ambil di Universitas Gunadarma ini. SEMANGAT!!!!

Berikut adalah Pemberitahuan tentang :
Five Blogger of The Week
Pada minggu ke 2 penilaian UG ICT Award kategori blog pribadi mahasiswa, terpilih Top Five Blogger of The Week berikut ini :

1. Zulkifli – 11106683 - 3KA05
http://izulcybercafe.com

2. M. Fatihurrizqi – 20106829 - 2KB01
http://putupondokbalong.blogmalhikdua.com

3. Juni Fairnando B. – 20105917 - 4KB01
http://fairnando87.blogspot.com

4. Agus Sumarna – 59496947 - 3IA10
http://ri32.wordpress.com

5. Miftah Hazmi – 10308073 - SarMag Sipil 2008
http://amiboyz.blogspot.com

23 Mei, 2009

Kuliah Pertama Teknologi Bahan Konstruksi

Gambar disamping adalah Beton buatan saya, amar dan nuh dalam lomba Beton Ringan Mutu Tinggi di Universitas Gunadarma.


Kemarin tepatnya hari Jum'at tanggal 22 Mei 2009, saya dan teman seperjuangan saya di kelas bertemu dengan mata kuliah Teknologi Bahan Konstruksi untuk pertama kalinya. Mata kuliah yang dibawakan oleh Bapak Heri Suprapto yang juga kepala lab Beton ini memperkenalkan kepada kami tentang perkembangan bahan kontruksi di saat ini. Sebelum pa Heri Suprapto menjelaskan materi yang akan diberikan kepada kami Pa Heri sedikit menjelaskan bahwa dalam pengalaman ilmu beliau beliau lebih interest kepada perkembangan ilmu IT dalam teknik sipil, menurut beliau ilmu IT belum begitu banyak digunakan secara baik di Indonesia ini dan maka ini adalah tugas kalian untuk dapat memadukan Ilmu teknik sipil dengan IT secara kamu khan juga mahasiswa Gundarma juga, begitu lah pesan beliau kepada penulis dan teman-teman, lalu bagaimana menurut kalian tentang perkembangan IT dalam ilmu Teknik Sipil??? ayo fokus lagi ke kuliahnya, nah setelah intermezzo kita diberikan pertanyaan awal yang bertujuan untuk membuka wawasan kita tentang Teknologi Bahan Konstruksi yaitu :
  1. Apakah Teknologi Bahan Konstruksi ?
  2. Sebutkan Jenis Bahan Konstruksi ?
  3. Apa yang harus diketahui dari bahan konstruksi?
  4. Jenis bahan konstruksi apa yang anda sukai?
Mungkin para pembaca yang sudah mempelajari teknologi bahan konstruksi bisa dengan mudah untuk menjawab pertanyaan itu, tapi bagi saya pertanyaan itu pembukaan mata kuliah yang akan saya hadapi.

Lalu awal bahan konstruksi yang akan di ajarkan oleh Pa Hari adalah Beton (secara beliau kepala lab beton jadi pada saat beliau menjelaskan sangat lancar dan fasih) hehehhhe.

Pa Hari memberikan pengertian beton itu menurut SNI 03 – 2847 – 2002 ialah

Beton adalah bahan yang didapat dengan mencampurkan semen portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa yang padat (SNI 03 – 2847 – 2002 ).

Lalu setelah itu menjelaskan tentang....

SIFAT dan KARAKTERISTIK BETON
  1. Karakteristik beton adalah mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah
  2. Beton tidak dapat dipergunakan pada elemen konstruksi yang memikul momen lengkung atau tarikan
  3. Beton sangat lemah dalam menerima gaya tarik, sehingga akan terjadi retak yang makin – lama makin besar.
  4. Proses kimia pengikatan semen dengan air menghasilkan panas dan dikenal dengan proses hidrasi.
  5. Air berfungsi juga sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan antar butiran sehingga beton dapat dipadatkan dengan mudah.
  6. Kelebihan air dari jumlah yang dibutuhkan akan menyebabkan butiran semen berjarak semakin jauh sehingga kekuatan beton akan berkurang.
  7. Dengan perkiraan komposisi (mix desain) dibuat rekayasa untuk memeriksa dan mengetahui perbandingan campuran agar dihasilkan kekuatan beton yang tinggi.
  8. Selama proses pengerasan campuran beton, kelembaban beton harus dipertahankan untuk mendapatkan hasil yang direncanakan.
  9. Setelah 28 hari, beton akan mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar yang bekerja padanya
  10. Untuk menjaga keretakan yang lebih lanjut pada suatu penampang balok, maka dipasang tulangan baja pada daerah yang tertarik
  11. Pada beton bertulang memanfaatkan sifat beton yang kuat dalam menerima gaya tekan serta tulangan baja yang kuat menerima gaya tarik.
  12. Dari segi biaya, beton menawarkan kemampuan tinggi dan harga yang relative rendah.
  13. Beton hampir tidak memerlukan perawatan dan masa konstruksinya mencapai 50 tahun serta elemen konstruksinya yang mempunyai kekakuan tinggi serta aman terhadap bahaya kebakaran .
  14. Salah satu kekurangan yang besar adalah berat sendiri konstruksi
  15. Dengan massa jenis γc sekitar 2400 kg/m3 bahan ini memiliki berat jenis 23,54 kN/m3 ( 1000g kg setara dengan 1 kN, di mana gravitasi dalam cm/dt2), mengakibatkan bangunan beton sangat berat
  16. Kelemahan lainnya adalah perubahan volume sebagai fungsi waktu berupa susut dan rangkak

Selain itu ternyata beton memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan bahan konstruksi lainnya yaitu :

Kelebihan Beton

  1. Dapat dibentuk sesuai keinginan
  2. Mampu memikul beban tekan yang berat
  3. Tahan terhadap temperatur tinggi
  4. Biaya pemeliharaan rendah/ kecil
Kekurangan Beton

  1. Bentuk yang sudah dibuat sulit diubah
  2. pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi
  3. Berat (maka dari itu sekarang banyak dikembangan beton ringan)
  4. Daya pantul suara besar
  5. Membutuhkan cetakan sebagai alat pembentuk
  6. Tidak memiliki kekuatan tarik
  7. Setelah dicampur beton segera mengeras
  8. Beton yang mengeras sebelum pengecoran, tidak bisa didaur ulang.
Setelah tahu dari sifat dan karakteristik dari beton, lalu kita pelajari dari jenis-jenis beton, yaitu :

Beton-normal
Beton yang mempunyai berat satuan 2 200 kg/m3 sampai 2 500 kg/m3 dan dibuat menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah 3.15, kekuatan 200-500 kg/cm2

Beton Mutu Tinggi
Beton yang mempunyai kekuatan 500-800 kg/cm2


Beton Ringan
Beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai berat satuan tidak lebih dari 1 900 kg/m3

Beton Pracetak
elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan

Beton Prategang
beton bertulang yang telah diberikan tegangan tekan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja

Beton Bertuang
beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja

Beton Polos
beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.

Mungkin sampai disitu dulu dari kuliah pertama teknologi bahan kontruksi saya. semoga dapat membantu dan jika ada kekurangan mohon perbaikannya.

21 Mei, 2009

Ilmu Ukur Tanah

Assalamuaikum wr.wb

Malem ini saya ingin menulis tentang materi kuliah yang baru aja saya pelajari. Kuliah ini membawa saya dan teman saya untuk mempelajari untuk menjadi seorang juru ukur atau bahasa kerennya Surveyor. eheh

Walaupun cukup ngeselin juga karena dosennya dateng jam 1 siang padahal di jadwal jam 8 pagi materi ini sangat membuka pikiran saya tentang Ilmu Ukur Tanah ini. Tibalah saat Pak Haryono datang, menyapa saya dan teman-teman di kelas beliau langsung membuka Laptop HP yang berwarna putih susu nya yang menurut gw huuii "mantep banget" seakan-akan membuat notebook saya dan teman sekelas redup. ehehe lalu dinyalakan lah Infocus sebagai tanda diawali kuliah Ilmu Ukur Tanah ini.

Langsung aja Mungkin ini ringakasan dari mata kuliah ini.

Ilmu Ukur Tanah adalah Ilmu yang mempelajari tentang cara pemetaan dari permukaan bumi ke dalam bentuk bidang datar.

Orang yang "mengamalkan" Ilmu Ukur Tanah ini adalah juru ukur atau yang seperti saya bilang tadi Surveyor.

Surveying dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Plane Surveying = Pengukuran dimana bumi dianggap dalam bidang datar. sehingga faktor kelengkungan tidak diperhitungan.
  2. Geodetic Surveying = Pengukuran dimana bumi dianggap sebagai bola besar, sehingga faktor kelengkungan diperhitungan
Ruang lingkup Ilmu Ukur Tanah juga di bagi 2 yaitu :
  1. Pengukuran Mendatar (Horizontal) = Penentuan posisi suatu titik secara mendatar
  2. Pengukuran Tinggi (Vertikal) = Penentuan beda tinggi antar tinggi
Dari penjabaran di atas maka diperlukannya seorang juru ukur untuk mengenali bentuk fisik bumi.

Bentuk Bumi

Permukaan bumi secara fisik sangatlah tidak teratur, sehingga untuk keperluan analisis dalam surveying, kita asumsikan bahwa permukaan bumi dianggap sebagai permukaan matematik yang mempunyai bentuk dan ukuran mendekati geoid, yaitu permukaan air laut rata-rata dalam keadaan tenang. 

Menurut ahli geologi, secara umum geoid tersebut lebih mendekati bentuk permukaan sebuah ellipsoida (ellips putar). Ellipsoida dengan bentuk dan ukuran tertentu yang digunakan untuk perhitungan dalam geodesi disebut ellipsoida referensi.





Untuk keperluan pemetaan titik-titik A’, B’, dan C’ diproyeksikan secara orthogonal kepada permukaan ellipsoida referensi menjadi titik-titik A, B, dan C. Apabila titik-titik A’, B’ dan C’ cukup berdekatan, yaitu terletak dalam suatu wilayah yang luasnya mempunyai ukuran <55>55 km, permukaan elllipsoidanya dianggap permukaan bola. Pada keadaan ini kegiatan pengukurannya termasuk ke dalam geodetic surveying.

Adapun dimensi-dimensi yang diukur adalah jarak, sudut dan ketinggian.

Satuan Panjang

Terdapat dua satuan panjang yang lazim digunakan dalam ilmu ukur tanah, yakni satuan metrik dan satuan britis. Yang digunakan disini adalah satuan metrik yang didasarkan pada satuan meter Internasional (meter standar) disimpan di Bereau Internationale des Poids et Mesures Bretevil dekat Paris

Satuan Luas

Satuan luas yang biasa dipakai adalah meter persegi , untuk daerah yang relatif besar digunakan hektar ( atau sering juga kilometer persegi).

Satuan Sudut

Terdapat tiga satuan untuk menyatakan
Sudut, yaitu :
1. Cara Seksagesimal, yaitu satu lingkaran dibagi menjadi 360 bagian, satu bagiannya disebut derajat.
2. Cara Sentisimal, yaitu satu lingkaran dibagi menjadi 400 bagian, satu bagiannya disebut grade.
3. Cara Radian, Satu radian adalah sudut pusat yang berhadapan dengan bagian busur yang panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran. Karena panjang busur sama dengan keliling lingkaran sebuah lingkaran yang berhadapan dengan sudut 360o dan keliling lingkaran 2 p kali jari-jari, maka : 1 lingkaran = 2 p rad

Mungkin hanya segitu dulu ringkasan tentang hari pertama kuliah Ilmu ukur tanah dari saya kalo ada yang kurang atau perlu ada yang di bicarakan jangan lupa masukan komentarnya ya. 




19 Mei, 2009

Persamaan Diferensial Pada Kurva Balok

Malem ini setelah pulang dari sholat isya waktunya bermesraan ma pacar yang setia, perhatian, dan pengertian, Si notebook yang berisi tombol-tombol (ehehehhhe).

Tadi pagi seperti biasa ada kuliah Bu Essy yang dah lama juga ga ngutik-ngutik masalah mekanika teknik. Pagi ini bahasan yang di bahas tuh temanya "Persamaan Diferensial dari kurva lendutan".

Mungkin seperti ini ringkasan dari kuliah tadi pagi.

Sebelum mendapatkan Persamaan Diferensial dari Kurva Lendutan yang harus di pelajari yaitu
DEFLEKSI ELASTIS BALOK

Deformasi pada balok secara sangat mudah dapat dijelaskan berdasarkan defleksi balok dari posisinya sebelum mengalami pembebanan. Defleksi diukur dari permukaan netral awal ke posisi netral setelah terjadi deformasi. Konfigurasi yang diasumsikan dengan deformasi permukaan netral dikenal sebagai kurva elastis dari balok. Gambar 1 memperlihatkan balok pada posisi awal sebelum terjadi deformasi dan Gb. 2 adalah balok dalam konfigurasi terdeformasi yang diasumsikan akibat aksi pembebanan.
Jarak perpindahan y didefinisikan sebagai defleksi balok. Dalam penerapan, kadang kita harus menentukan defleksi pada setiap nilai x disepanjang balok. Hubungan ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan yang sering disebut persamaan defleksi kurva (atau kurva elastis) dari balok.

Pentingnya defleksi balok

Selain faktor dari tegangan dar sebuah balok maka harus diperhatikan nilai defleksi dari balok itu, seperti contoh pada saat orang awam melihat sebuah jembatan yang terbuat dari kayu dan dari balok maka analisa dari orang awam itu yang beton lebih kuat karena memiliki sifat yang lebih kaku. maka dari itu pada saat membuat design sebuah struktur perlu diperhatikan sebuah kelendutan dari balok itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Metode integrasi-ganda


Persamaan diferensial kurva defleksi balok tertekuk adalah
(9.1)
dimana x dan y adalah koordinat-koordinat seperti ditunjukkan pada Gb. 2. Disini, y adalah defleksi balok. Persamaan ini akan dijabarkan dalam contoh 1. Dalam persamaan ini E menyatakan modulus elastisitas balok dan I menyatakan momen inersia penampang melintang balok terhadap sumbu netral yang melalui centroid penampang melintang. M menyatakan momen tekuk pada jarak x dari salah satu ujung balok. Biasanya M akan merupakan fungsi x dan perlu mengintegrasikan persamaan (9.1) dua kali untuk memperoleh persamaan aljabar yang menyatakan defleksi y sebagai fungsi x.
Persamaan (9.1) adalah persamaan diferensial dasar yang menentukan defleksi elastis seluruh balok tanpa memandang tipe pembebanannya

Prosedur integrasi

Metode integrasi-ganda untuk menghitung defleksi balok hanya berisi integrasi persamaan (9.1). Integrasi pertama menghasilkan kemiringan (slope) dy/dx pada sembarang titik pada balok dan integrasi kedua memberikan defleksi y pada setiap nilai x. Momen tekuk M harus dinyatakan sebagai fungsi koordinat x sebelum persamaannya bisa diintegralkan. Untuk kasus yang akan dipelajari disini integrasinya adalah sangat sederhana.
Karena persamaan diferensial (9.1) merupakan order kedua, solusinya harus mengandung dua konstanta integral. Kedua konstanta ini harus dievaluasi dari kondisi yang diketahui terhadap slope maupun defleksi pada titik tertentu dalam balok. Misalnya, pada kasus balok gantung (cantilever) konstanta-konstantanya dapat ditentukan dari kondisi dimana tidak terjadi perubahan slope dan juga kondisi tanpa perubahan defleksi pada, yaitu pada ujung balok.
Sering, dua atau lebih persamaan diperlukan untuk menjabarkan momen tekuk pada berbagai daerah disepanjang balok. Ini telah ditegaskan di bab 6. Pada kasus demikian, persamaan (9.1) harus ditulis untuk setiap daerah pada balok dan integrasi persamaan menghasilkan dua konstanta integral untuk masing-masing daerah. Konstanta-konstanta ini kemudian harus ditentukan sedemikian sehingga memenuhi untuk keseluruhan batas kondisi untuk slope dan deformasinya.

Klik Disini
untuk mendapatkan softcopynya.





18 Mei, 2009

Ruang Raksasa Dalam Atom

Udara, air, gunung, binatang, tumbuhan, tubuh anda, kursi yang anda duduki, singkatnya segala yang anda saksikan, sentuh dan rasakan, dari yang paling berat hingga yang paling ringan tersusun atas atom-atom. Setiap halaman yang anda baca tersusun atas miyaran atom. Atom adalah partikel yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop yang paling hebat sekalipun. Diameter atom hanyalah berkisar seper satu juta milimeter.

Tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melihat benda sekecil ini. Di bawah ini dipaparkan sebuah contoh untuk memahami dimensi atom:

Anggaplah bahwa anda memegang sebuah kunci di tangan. Sudah pasti, mustahil bagi anda untuk melihat atom-atom pada kunci tersebut. Jika anda bersikeras untuk melihat atom penyusun kunci tersebut, maka anda harus memperbesar kunci menjadi seukuran bumi. Jika anda telah berhasil melakukan pembesaran ini, maka atom-atom yang menyusun kunci tersebut akan terlihat berukuran sebesar buah cherry.

Di bawah ini satu lagi contoh agar kita dapat lebih memahami betapa kecilnya atom, dan bagaimana atom memenuhi segala tempat dan ruang yang ada.

Anggaplah kita ingin menghitung semua atom yang ada dalam sebutir garam dan anggaplah kita mampu menghitung satu milyar atom per detik. Kendatipun kita sangat terampil dalam berhitung, kita akan memerlukan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah keseluruhan atom yang menyusun sebutir garam yang sangat kecil ini. Subhanallaah…ini baru sebutir garam, bagaimana dengan jumlah atom yang menyusun alam semesta dan seisinya?

Kendatipun ukurannya yang teramat mungil, terdapat sebuah susunan yang sempurna, tanpa cacat, unik dan kompleks dalam atom tersebut yang kecanggihannya dapat disejajarkan dengan sistem yang kita lihat ada pada jagat raya.

Setiap atom tersusun atas sebuah inti dan sejumlah elektron yang bergerak mengikuti kulit orbital pada jarak yang sangat jauh dari inti. Di dalam inti terdapat partikel lain yang disebut proton dan netron.

Kekuatan Tersembunyi pada Inti

Inti atom terletak di bagian paling tengah dari atom dan terdiri dari proton dan netron dengan jumlah sesuai dengan sifat-sifat atom tersebut. Jari-jari inti atom berukuran sekitar seper sepuluh ribu jari-jari atom. Untuk menuliskannya dalam angka, jari-jari atom adalah 10-8 (0,00000001) cm, jari-jari inti adalah 10-12 (0,000000000001) cm. Jadi, volume inti atom adalah setara dengan seper sepuluh milyar volume atom.

Dikarenakan kita tidak dapat membayangkan benda sekecil ini, marilah kita ambil permisalan buah cherry di atas. Atom-atom akan terlihat sebesar buah cherry ketika kunci yang anda pegang diperbesar hingga mencapai ukuran bumi. Akan tetapi perbesaran ini masih sama sekali belum memungkinkan kita untuk melihat inti atom yang terlalu kecil untuk dilihat. Jika kita benar-benar ingin melihatnya maka kita harus meningkatkan perbesaran sekali lagi. Buah cherry yang mewakili ukuran atom harus diperbesar hingga menjadi sebuah bola raksasa dengan diameter dua ratus meter. Bahkan dengan perbesaran ini, inti atom tersebut berukuran tidak lebih dari sebutir debu yang teramat kecil.

Ketika kita bandingkan diameter inti atom yang berukuran 10-13 cm dan diameter atom itu sendiri, yakni 10-8 cm, maka yang kita dapatkan adalah sebagaimana berikut: jika kita asumsikan atom tersebut berbentuk bola, maka untuk mengisi bola tersebut hingga penuh, kita akan membutuhkan 1015 (1,000,000,000,000,000) inti atom!

Ada lagi yang lebih mengherankan: kendatipun ukuran inti hanya seper sepuluh milyar ukuran atomnya, inti tersebut memiliki berat 99,95% dari keseluruhan berat atom. Dengan kata lain, hampir seluruh berat atom terpusatkan pada inti. Misalkan anda memiliki rumah dengan luas 10 milyar m2 dan anda harus meletakkan semua perabotan rumah tangga dalam kamar seluas 1 m2 di dalam rumah tersebut. Mampukah anda melakukan hal ini? Sudah pasti anda tidak mampu melakukannya. Akan tetapi inilah yang terjadi pada inti atom akibat sebuah gaya yang sangat kuat yang tidak ada duanya di alam ini. Gaya ini disebut “strong nuclear force (gaya inti kuat)”, satu di antara empat gaya fundamental yang ada di alam semesta yakni: 1. strong nuclear force (gaya inti kuat), 2. weak nuclear force (gaya inti lemah), 3. gravitational force (gaya grafitasi), dan 4. electromagnetic force (gaya elektromagnetik).

Gaya inti kuat, yang merupakan gaya paling kuat yang ada di alam, mengikat inti atom sehingga stabil dan mencegahnya dari pecah berkeping-keping. Semua proton-proton pembentuk inti bermuatan positif dan, oleh karenanya, mereka saling tolak-menolak akibat gaya electromagnetik mereka yang sejenis. Akan tetapi, gaya inti kuat yang memiliki kekuatan 100 kali lebih besar dari gaya tolak-menolak proton ini menjadikan gaya electromagnetik tidak efektif. Hal inilah yang mampu menjadikan proton-proton pada inti terikat dan bergabung pada inti atom.

Singkat kata, terdapat dua gaya yang saling berinteraksi dalam sebuah atom yang amat kecil. Inti atom tersebut dapat terus-menerus berada dalam keadaan terikat dan stabil disebabkan karena gaya-gaya yang memiliki nilai yang akurat ini.

Ketika kita memperhatikan ukuran atom yang sangat kecil dan kemudian jumlah keseluruhan atom di jagat raya, sungguh tidak sepatutnya kita tidak mampu memahami adanya keseimbangan dan rancangan yang luar biasa pada alam ciptaan Allah ini. Sungguh jelas bahwa gaya-gaya fundamental di alam telah diciptakan Allah secara khusus dengan ilmu, hikmah dan kekuasaan yang maha besar.

Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran. QS. Al-An’aam, 6:80)

Ruang Kosong pada Atom

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bagian terbesar dari sebuah atom terdiri dari ruang kosong. Mungkin kita bertanya-tanya dalam hati: “Mengapa mesti ada ruang kosong ini?” Marilah kita merenung sejenak. Secara sederhana, atom terdiri atas sebuah inti yang dikelilingi oleh elektron-elektron. Antara inti dan orbit elektron ini tidak dijumpai partikel atau benda kecil apapun. Jarak mikroskopis (yang padanya tidak dijumpai partikel apapun) ini ternyata sangat besar jika dilihat dari skala atom. Kita dapat memisalkan skala ini sebagaimana berikut: jika sebutir kelereng berdiameter 1 cm mewakili elektron yang terdekat dengan inti atom, maka inti atom tersebut berada pada jarak 1 km dari kelereng ini. Di bawah ini sebuah kutipan yang memberikan gambaran yang lebih jelas kepada kita tentang dimensi ruang kosong pada atom:

Terdapat ruang kosong besar [yang mengisi ruang] antara partikel-partikel dasar [penyusun atom]. Jika saya umpamakan proton dari inti atom oksigen sebagai kepala jarum yang tergeletak di atas meja di depan saya, maka elektron yang berputar mengelilinginya akan membuat orbit lingkaran yang melalui negeri Belanda, Jerman dan Spanyol (penulis kutipan ini hidup di Perancis). Oleh karenanya, jika semua atom yang menyusun tubuh saya saling mendekatkan diri satu sama lain, hingga semua atom ini saling bersentuhan, maka anda tidak akan mampu melihat saya lagi. Anda benar-benar tidak akan pernah dapat melihat saya dengan mata telanjang. [Tubuh] saya akan [menjadi] sekecil partikel debu berukuran seper sekian ribu milimeter.

(Jean Guitton, Dieu et La Science: Vers Le Métaréalisme, Paris: Grasset, 1991, hal. 62)

Sampai di sini, kita telah memahami bahwa terdapat kemiripan antara ruang kosong pada sistem paling kecil seperti atom dengan ruang kosong pada sistem paling besar seperti alam semesta. Ketika kita arahkan penglihatan kita pada bintang-bintang, akan kita lihat ruang hampa sebagaimana ada pada atom. Terdapat ruang hampa berjarak milyaran kilometer di antara berbagai bintang dan di antara galaksi-galaksi. Namun, di kedua macam ruang hampa ini, terdapat sebuah keteraturan yang luar biasa yang sulit dipahami akal manusia.

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. (QS. Al-Mulk, 67:3-4)

Wallaahu a’lam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |