13 Januari, 2011

Analisa harga satuan bekisting

Analisa harga satuan bekisting atau biasa juga disebut form work berdasarkan standar nasional indonesia

(SNI)

Memasang 1 m2 bekisting untuk pondasi

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III 0,040 m3

Paku 5 cm – 10 cm 0,300 kg

Minyak bekisting 0,100 Liter

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,520 OH

Tukang kayu 0,260 OH

Tenaga kerja Kepala tukang 0,026 OH

Mandor 0,026 OH

Memasang 1 m2 bekisting untuk sloof

Kebutuhan Satuan Indeks

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III 0,045 m3

Paku 5 cm – 10 cm 0,300 kg

Minyak bekisting 0,100 Liter

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,520 OH

Tukang kayu 0,260 OH

Tenaga kerja Kepala tukang 0,026 OH

Mandor 0,026 OH

Memasang 1 m2 bekisting untuk kolom

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III 0,040 m3

Paku 5 cm – 12 cm 0,400 kg

Minyak bekisting 0,200 Liter

Balok kayu kelas II 0,015 m3

Plywood tebal 9 mm 0,350 Lbr

Dolken kayu galam, φ (8–10) cm, panjang 4 m  2,000 Batang

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,660 OH

Tukang kayu 0,330 OH

Tenaga kerja Kepala tukang 0,033 OH

Mandor 0,033 OH

Memasang 1 m2 bekisting untuk balok

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III  0,040 m3

Paku 5 cm – 12 cm  0,400 kg

Minyak bekisting  0,200 Liter

Balok kayu kelas II  0,018 m3

Plywood tebal 9 mm  0,350 Lbr

Dolken kayu galam, φ (8-10) cm, panjang 4 m 2,000 Batang

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,660 OH

Tukang kayu 0,330 OH

Tenaga kerja Kepala tukang 0,033 OH

Mandor 0,033 OH

Memasang 1 m2 bekisting untuk lantai

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III 0,040 m3

Paku 5 cm – 12 cm 0,400 kg

Minyak bekisting 0,200 Liter

Balok kayu kelas II 0,015 m3

Plywood tebal 9 mm 0,350 Lbr

Dolken kayu galam, φ (8-10) cm, panjang 4 m 6,000 Batang

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,660 OH

Tukang kayu 0,330 OH

Tenaga kerja Kepala tukang 0,033 OH

Mandor 0,033 OH

Memasang 1 m2 bekisting untuk dinding

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III 0,030 m3

Paku 5 cm – 12 cm 0,400 kg

Minyak bekisting 0,200 Liter

Balok kayu kelas II 0,020 m3

Plywood tebal 9 mm 0,350 Lbr

Dolken kayu galam, φ (8-10) cm, panjang 4 m 3,000 Batang

Formite/penjaga jarak bekisting/spacer 4,000  Buah

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,660 OH

Tukang kayu 0,330 OH

Kepala tukang 0,033 OH

Mandor 0,033 OH

Memasang 1 m2 bekisting untuk tangga

Analisa harga Bahan

Kayu kelas III 0,030 m3

Paku 5 cm – 12 kg 0,400 cm

Minyak bekisting 0,150 Liter

Balok kayu kelas II 0,015 m3

Plywood tebal 9 mm 0,350 Lbr

Dolken kayu galam, φ (8-10) cm, panjang 4 m 2,000 Batang

Analisa harga Tenaga kerja

Pekerja 0,660 OH

Tukang kayu 0,330 OH

Kepala tukang 0,033 OH

Mandor 0,033 OH

sumber: SNI

01 Desember, 2010

2012, Construction of Antasari-Blok M Flyover to Complete

Aduh ada proyek Sipil yang lumayan gede nih di Ibukota. Pengen banget nimbrung orang2 ngerjain proyek gede ini semoga kesampean. hihi.

BERITAJAKARTA.COM — 11/25/2010 7:41:27 PM

Since 22 November 2010, Jakarta Public Works (PU) Agency has begun the construction of two non-toll-road overpasses, i.e. Antasari-Blok M flyover and Kampungmelayu-Tanahabang. The physical work is done earlier than the original schedule of early 2011, in the hope that the projects can be accomplished by mid 2012. The flyovers are expected to reduce about 30 percent of traffic jam in the areas.

Head of Bridge Division of Jakarta Public Works Agency, Novizal, said the segment of Pangeran Antasari-Blok M flyover sprawled on the route of Cipete Inpres Market-Blok M Mabak Field, while the Kampungmelayu-Tanahabang flyover spanned on the route of Jl Mas Mansyur-Jl Satrio.

The construction of Pangeran Antasari flyover and Kampungmelayu-Tanahabang flyover cost Rp 1.28 trillion and Rp 737 billion respectively. Both projects are done in a multi year funding system for the fiscal years of 2010, 2011 and 2012.

"The project work has started on 22 November," said Novizal, Thursday (25/11), adding that the work is run at night, from 10 pm to 5 am, so as not to disrupt the traffic around the locations.

The length of Antasari-Blok M flyover reaches 4.846 meters, with the width of 17.5 meters. The flyover is built as high as 10 meters above the existing road. The project work will be carried out within 630 days or approximately 1 year 7.5 months, with the maintenance period of 180 days.

In the construction of Antasari-Blok M flyover, Jakarta public works agency will expropriate land as wide as 5 meters to both the right and the left sides since the elevated-road construction requires a trace as wide as 30 meters, whereas in fact, the existing width of Jl Pangeran Antasari is only 20 meters.

Meanwhile, the construction of the elevated road of Kampungmelayu-Tanahabang which covers a  total long area of 2.3 kilometers, will first be conducted for a 1.8 kilometer long segment, from Jl Satrio to Jl Mas Mansyur; and another 5 kilometer long area will be done later as it is still under bidding stage.  The Kampungmelayu-Tanahabang overpass will be built as high as 2 meters, and raised to 20 meters over Casablanca tunnel following the planned construction of the monorail.

Kampungmelayu-Tanahabang flyover is targeted to last for 630 days or 1 year 7.5 months, with the maintenance period of 180 days.
 





20 November, 2010

Panjang Tekuk dan Balok ASD (BAJA)

Kuliah Baja II di kampus ternyata mendapatkan analisa kolom, balok, balok-kolom, sambungan balok-kolom dan baja komposit. semoga semuanya bisa saya pahami dan bisa di dibagi-bagi di halaman ini. Open-mouthed smilehehe

Pada kali ini saya kita membahas mengenai panjang tekuk (Effective Length) Lk,  kalo bicara tentang stuktur kolom pasti kita harus memperhatikan panjang tekuk. panjang tekuk sendiri adalah panjang dari sebuah batang yang dikalikan dengan faktor tekuk  atau  Lk = k x Ls

k= faktor kekakuan (yang berada pada gambar 3 di bawah)

Ls = bentang / panjang batang dari as-ke as atau   bentang / panjang batang  sesungguhnya

panjang tekuk dari sebuah struktur ternyata juga di pengaruhi dari jenis perletakan yang kita asumsi. seperti gambar portal dibawah ini menjelaskan perbedaan nilai k dari perletakan yang kita gunakan dengan jepit atau dengan sendi.

imageimage

Portal tanpa pergoyangan                         Portal dengan pergoyangan

 

image

dan menurut SNI hubungan antara nilai k dan perletakan dapat terlihat seperti gambar di samping ini…

09 November, 2010

Mendirikan Bangunan di Bulan !!!

Judul diatas mungkin untuk saat ini masih banyak yang bilang kalo itu adalah hal yang gila dan tidak mungkin.
Semenjak belajar teknik sipil terpikir dalam pikiran ini bagaimana jika bukan hanya dibumi saja kita mendesain sebuah bangunan tapi di luar bumi seperti di mars atau dibulan karena teknologi untuk menjangkau wilayah itu sekarang sedang berkembang dan sanggup untuk menjangkau itu.

walaupun nantinya akan banyak pro dan kontra di mata seorang sainstis seperti Dr. Matt Evans, assistant professor of civil, construction and environmental engineering at NC State itu bisa saja terjadi.

Penelitian Dr Matt ini terfokus masalah yang paling esensial yaitu tempat berpijaknya bangunan yang tak lain dan tak bukan adalah tanah /soil. Penelitian yang diberi judul "Analysis of Pile Behavior in Granular Soils Using DEM" ini mencoba untuk mendesain sebuah pondasi yang dimana variabel dari gravitasi bumi ini dapat diganti. sehingga memungkinkan untuk mendesain bangunan ini diluar dari bumi.

walaupun saya belum membaca papernya yang akan di presentasikan pada 35th Annual Conference on Deep Foundations in Hollywood, Calif secara full, saya berfikir masih banyak lagi penelitian yang harus dilakukan agar impian ini bisa terwujud.

ayo para pembaca disana saya yakin anda bisa juga memberikan penelitian yang dapat membuat judul diatas bisa terwujud. butuh segala disiplin ilmu dalam hal ini.

 Sumber contekan : Research Lays Foundation for Building on the Moon -- Or Anywhere Else




03 November, 2010

Ku lari Ke Pantai Ku Tersapu Tsunami, Ku lari ke Gunung Ku Terbakar Awan Panas Letusan Merapi.

Sebelumnya saya mengucapkan belasungkawa sebesar-besar untuk saudara sebangsa dan setanah air Indonesia yang ada di Mentawai dan di sekitar Merapi... Semoga arwah yang meninggal dunia diterima di sisi "terhangat" Allah swt. dan yang di tinggalkan dapat menggambil pelajaran...

Kosekuensi besar yang harus ditanggung oleh masyarat Indonesia yang berada dalam Wilayah Ring Of Fire. Gempa dan Letusan Gunung akan selalu terjadi cepat atau lambat. Seluruh disiplin ilmu-pun berusaha keras memikirkan agar tidak ada lagi yang korban berjatuhan atau meminimalkan kerusakan dan korban jiwa. Untuk di bencana tsunami misalnya pernah terngiang di telinga kita dengan teknologi alarm pemberitahuan tsunami. Namun ternyata teknologi itu tidak dirasakan di Mentawai sehingga korban jiwa tidak sedikit.

Dari kejadian diatas saya teringat perkataan dosen saya yang menggatakan telah terjadi perpindahan cara berfikir yang dahulu teknologi untuk "melawan" alam sekarang menjadi teknologi untuk mitigasi bencana. Sehingga memang perubahan dalam pikiran kita untuk bersahabat dengan dengan alam dan mengerti keadaan alam secara mendalam karena kita ini hanya tamu bagi alam ini ( ko jadi filosofis gini). hehe.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |