06 Desember, 2009

Kategori Fotografi

 

Mengabadikan gambar kedalam sebuah media dengan camera sudah tidak asing lagi bagi kita semua yang secara awal pembuatan kamera yang berasal dari Ibnu al-Haitham dalam meneliti gerhana, hingga sekarang yang jika sedang besama dengan teman melakukan pengabadian gambar. ini adalah sedikit artikel tentang pengkatagorian fotografi dalam


Dari masa ke masa orang membuat kategori fotografi berdasarkan obyek  (subject matter)  atau bentuknya  (form), tetapi dalam perkembangannya sebagai salah satu  media komunikasi visual, dirasa perlu membuat suatu kategori baru yang dapat mengakomodasi setiap jenis foto yang ada / dibuat. Kategori yang dibuat harus mencakup seluruh jenis fotografi dari mulai foto seni atau non-seni, foto dokumentasi keluarga sampai foto yang dipamerkan di museum atau galeri. Penggolongan suatu foto ke dalam suatu kategori diperlukan suatu interpretasi awal. Kedudukan foto dalam suatu kategori sangat penting dalam rangka membaca atau menginterpretasi foto tersebut lebih lanjut dalam konteksnya. Kategori baru  ini diklasifikasi berdasar pada bagaimana suatu karya foto dibuat dan apa fungsi dari karya foto tersebut (Barret, Terry, 2000, p.54). Menurut Barret kategori fotografi adalah sbb: 


Foto deskriptif (descriptive photographs). 
Foto-foto yang termasuk dalam kategori ini adalah foto identitas diri (pasfoto), foto medis atau klinis (foto sinar-x), fotomikrografi (foto hasil pengamatan suatu obyek dari mikroskop), foto eksplorasi kebumian dan angkasa luar, foto pengintaian (kepolisian dan militer / penegak hukum), foto reproduksi benda seni / lukisan, dsb. Foto-foto jenis ini secara akurat menggambarkan benda (subject matter) yang direpresentasikannya. Contoh foto karya Daniel H. Gould (1971) yang menggambarkan partikel virus penyebab kanker di bawah mikroskop dengan perbesaran 52.000 kali (lampiran foto A, foto 5). Foto seperti ini
memungkinkan dokter melakukan studi atas mekanisme pembentukan penyakit kanker dan menemukan terapi atau pencegahan yang tepat atas penyakit tersebut.


Foto yang menjelaskan sesuatu (explanatory photographs).
Foto jenis  ini memiliki sifat menjelaskan suatu fenomena, kejadian, yang dapat menjadi bukti visual dari suatu teori ilmiah, baik ilmu fisik maupun ilmu sosial (sosiologi visual dan antropologi visual). Foto-foto yang termasuk dalam kategori ini biasanya menunjukkan tempat dan waktu spesifik yang dapat menjadi bukti visual yang dapat dilacak kebenarannya, foto-foto bidang jurnalistik contohnya. Foto-foto editorial yang direproduksi ke dalam majalah, buku, surat kabar, dan media cetak lainnya juga masuk dalam kategori ini.
Untuk dapat masuk dalam kategori ini suatu foto harus menunjukkan penjelasan visual yang dapat diverifikasi dalam disiplin ilmu tertentu oleh seorang pakar dalam ilmu tersebut. Foto karya Harold Edgerton yang menggambarkan foto dirinya memegang balon yang meletus ditembus peluru menunjukkan sifat lintasan proyektil peluru ketika ditembakkan. Dengan foto seperti ini dapat diverifikasi (oleh ahli fisika) bahwa proyektil peluru memiliki kecepatan
15.000 mil/jam dan ketika menumbuk suatu benda keras proyektil peluru dapat pecah menjadi fragmen-fragmen. Foto karya fotografer selebritis Annie Leibovitz yang menggambarkan (montase) proses berkarya seniman Keith Haring (1986) dapat masuk dalam kategori ini. Pada tahun 1973 Bill Owens menerbitkan buku kumpulan fotonya Suburbia, yang mendokumentasikan kehidupan orang Amerika yang tinggal di pinggiran kota California. Foto-foto sosiologi-budaya-antropologi ala Mary Ellen Mark dan Nan Goldin juga termasuk dalam kategori ini.

Foto interpretasi (interpretive photographs).
Tidak seperti foto ilmiah yang sangat obyektif, foto interpretasi lebih bersifat simbolik, puitik, fiksi, dramatik dan diinterpretasi secara subyektif-personal. Foto-foto dengan gaya surealis, foto montase dan kolase, foto dengan pencahayaan ganda  (multiple exposures)  ala Jerry
Uelsmann masuk dalam kategori ini. Foto-foto mixed-media (fotografi dengan lukis / ilustrasi) dan apa yang kita kenal dengan foto kotemporer umumnya juga masuk  dalam kategori ini (karya Rimma Gerlovina). Foto interpretasi pada umumnya „dibuat’  (making photographs)  bersifat hasil kreasi  (expansive moments)  dan bukan „diambil‟  (taking photographs) seperti halnya foto candid atau menemukan momen seperti foto dokumenter-jurnalistik (decisive moments).


Foto etik (ethically evaluative photographs).
Kategori ini memuat foto-foto yang memuat aspek-aspek sosial kemasyarakatan yang harus dinilai secara etik. Foto-foto tentang perang dan akibatnya (masalah pengungsi, imigran, dll.), penyakit menular yang mematikan (AIDS, SARS, dll.), wabah dan kelaparan, kehidupan kelas bawah (pengemis, anak jalanan, dll.), ketergantungan narkoba, isu-isu etnik-agama-ras seperti karya Carrie Mae Weems, serta perusakan lingkungan, masuk dalam kategori ini. Iklan politik dan propaganda pemerintah  serta iklan komersial (baik produk maupun jasa) juga masuk dalam kategori ini. Foto-foto etik ini umumnya juga membawa
misi meningkatkan hubungan kemasyarakatan yang dibangun dari kesadaran dan
kepedulian akan perbedaan (kelas) sosial. Selain menggambarkan kepincangan sosial, foto-foto  etik ini bisa saja menggambarkan sesuatu yang positif, misalnya potret tokoh wanita yang inspirasional (seperti Indira Gandhi, Margaret Tatcher, dll). Kategori ini juga mengakomodasi foto-foto yang menggambarkan kehidupan masyarakat dalam suatu sistem ekonomi-politik tertentu (kapitalis-liberal, sosialis-marxis, dll.). 


Foto estetik (aesthetically evaluative photographs).
Kategori ini mencakup karya foto yang biasa kita sebut „foto seni‟, foto-foto yang memerlukan tinjauan dan kontemplasi estetik. Foto-foto ini adalah tentang benda sebagai obyek estetik yang difoto dengan cara estetik. Umumnya foto-foto nude tentang studi bentuk tubuh manusia, foto-foto lansekap (alam, kota, atau gabungan bangunan dengan alam) ala Ansel Adams, foto still life, foto jalanan  (street photography)  ala Henri Cartier-Bresson, foto mosaik, foto eksperimental kamar gelap  (alternative processes), masuk dalam kategori ini. Dibandingkan  dengan kategori lainnya, foto estetik lebih mengeksplorasi
bentuk  (form) dan media  (medium) daripada obyeknya  (subject matter)  sendiri (karya Jock Struges dan karya John Coplans).  Obyek foto boleh jadi tidak indah seperti contoh foto Richard Misrach yang menggambarkan sapi-sapi yang mati di pinggir jalan bersalju. 

 
Foto teori (theoretical photographs). 
Kategori ini mencakup foto tentang fotografi, foto tentang seni dan pembuatan karya seni, politik seni, foto tentang film, model representasi, dan teori-teori tentang fotografi. Foto teori ini dapat berupa kritik seni atau kritik fotografi secara visual yang menggunakan media foto sebagai pengganti kata-kata. Foto jenis ini biasanya menjadi semacam reproduksi dari suatu karya seni. Apa yang kita kenal  sebagai seni konseptual serta fotografi konseptual masuk dalam kategori ini seperti karya Zeke Berman dan Sarah Charlesworth. Memang tidak mudah memasukkan suatu foto ke dalam kategori-kategori tersebut di atas. Suatu foto bisa saja berada dalam interseksi dua kategori. Dalam menginterpretasi awal diperlukan pemahaman tentang apa isi dan maksud dari suatu foto sebagai argumen dasar pengkategorian. Bagaimanapun juga hal ini membuka argumen balik dan memberi ruang untuk diskusi lebih lanjut tentang interpretasi yang lebih kontekstual. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis

Share |